
Minggu, 26 Oktober 2008
Go to Bali.. CN235… let’s go BLUE

Minggu, 19 Oktober 2008
Survey PETAGAN-BIDARA 2000


Watch your WATCHes…
Seiring waktu produk arloji lain mulai unjuk gigi, Casio G-shock mulai merajalela. Serial Baby-G tampil manis-minimalis dibanding item G-Shock, berkesan kokoh..dan terbukti anti bentur. Cocok untuk asesoris kegiatan adventurer dan lingkup kerja nuansa keras. Inti dari semua pasti-nya berlabel water resistant or water proof. Sedikit terobsesi, saya jadi doyan hunting arloji. Pegangan lama lepas lagi bagi yang berminat. Swatch SCUBA dapet gambar peta bajak laut, lalu SurfSide alias pegangan Surfer, juga Citizen Pro-master seri Yatch. Tidak lagi terpaku 1 merk, asal paten langsung buru. Limited edition G-Shock seri Snow Dog pernah juga dapat. Kriteria unik-nya Low Temperature Resistant. Seiring waktu juga hengkang, yang bertahan dipakai kini cuma G-Shock Titanium seri FROGMAN. Edisi khusus buat para Diver.
Dan WAKTU terbukti ampuh bikin kita TUMBUH! Relasi meluas.. koneksi khalayak melebar. Mulai beranjak merk lain yang lebih mahal, tapi dengan prioritas bisnis. Harga gak terjangkau, disepakati kongsi yang dibangun atas dasar kepercayaan. Berbasis internet saya jadi lebih berwawasan info up2date. Tourism bukan lahan utama. Ternyata pangsa emigran LN lebih punya kans dominan. Barang yang diburu jadi lebih bervariasi. Asesoris merk tertentu dan gadget elektronik… Hikmah terpetik, saya dapat pelajaran menghadapi pembeli dari berbagai tingkat paham dan latar belakang berbeda. Kesabaran sebagai penjual serta taktik berpromosi. Bertukar pengalaman dan kiat lainnya. Bersosialisasi dan sambung silaturahmi. Harga persoalan relative, mahal-murah tergantung merk dan prosentase kondisi. Bahas arloji berarti akan menemui 2 kubu style pemikiran. Bernilai sekedar alat penunjuk waktu bagi yang berpikiran FUNCTIONable , atau bermuara prestise sarana unjuk diri aliran FASHIONable. Lebih menyenangkan lagi bisa ketemu kelompok manusia tipikal yang perhitungkan segi fungsi sekaligus gengsi, and price does not matter! Make me believe in statement "TIME are really VALUABLE!"
NB : Times New Roman….pilihan spesies FONT yang sampai sekarang masih bingung saya artikan. Sempat terpikir berkonotasi apakah sebagai Romantika Waktu yang terbaharukan??? Aku jadi inget 1 design yang pernah terkreasi dengan menyisipkan jenis FONT ini. Ilhamnya kecipratan setelah pelajari materi Copywriting. Next step it will be published…I promised.






C UCI MATA gak perlu RENDAM MATA???
Underwater Photography….
Berikut, turut tampil beberapa perwakilan koleksi pribadi. Terkompilasi diantara tahun 2006-2007. Kebanyakan dari sirkulasi survey biota perairan dalam annual-project Diskanlut Propinsi NTB. Tinjauan tingkat polusi yang pengaruhi populasi kondisi perairan. Dan sedikit oleh-oleh hasil kunjung Semarang, utamanya kepulauan Karimunjawa.
Tadinya sempat mau digelar untuk persiapan pameran Foto bersama. Tepat jelang momentum menyatukan sisa komunitas dan alumni RDC (Rinjani Diving Club). Batal akibat konsep blo’on dan persiapan setengah hati. Kebanyakan ide tapi gak punya cukup bekal cita rasa! Belum genap terbenam penuh, tapi terlalu yakin untuk mendadak terbit.
Singkatnya, via blog aku jadi lebih PD berperan aktif. Murah biaya… ndak terjebak perangkap semangat kolektif, mandul bin tumpul. Harapan moga bisa berbagi kagum atas hidayah Karya Ilahi. Selera cuci mata…memperlunak kristal jiwa. Itu saja!
Sabtu, 18 Oktober 2008
kartun soal TAILING
jelang awal tahun 2005, masa bakti singkat di Koran Mataram. Aku pernah di utus Pimred ikutan seminar Tailing di hotel Senggigi Beach. Acara ini khusus undangan bagi para wartawan lokal. Isi Makalah-nya tentang Tailing yang selalu jadi biang onar. Asyiknya yang muncul perwakilan 2 bilah perusahaan yang sama. PT.NNT dan PT.NMR. Di tingkat Nasional berita Newmont Minahasa memang sangat gencar... arsenik terlarut. BTW, "sangu" penyerta dalam sisip materi makalah cukup lumayan nilai-nya. Aku cuma maknai sebagai ongkos bungkam. hehehe....
Esok dan hari kedepannya... aku ditanyain soal bahan tulisan yang bakal dimuat terkait sebagai hadirin istimewa kemarin. News editorial, tapi bukannya menyegerakan diri untuk konsen tuang bahan. Gak juga muncul hasrat nulis! alasan-nya di "wadah" ini kadung terbiasa berperan sebagai kartunis sih! Mas Kongso Sukotco (Pimred) terlanjur lahir sebagai manusia yang bisa maklum. Kog lebih asyik umbar opini lewat bahasa gambar, Edit yang tersirat...sarat pesan. Akhirnya benak meronta..tangan beraksi. Hasilnya seperti di bawah ini... tapi gak juga dinaikkan. ujung-2nya mengendap lagi pada koleksi pribadi.
FACIAL-STORY COLLECTING SERIES





DESKRIPSI PROSES :
Biasa, diawali mendekam di satu tempat tanpa individu lain. Focus diri pake pejam mata. Trus jelalatan kiri-kanan..atas-bawah..muka-belakang…,kadang ngemut jari upaya perkuat sinyal raih sumber ide (inget! Gak perlu jari kaki). Mampu menciptakan hening sekalipun sekitarnya bising..artinya kian dekati tema yang tergali. Truz merangkai “apa” yang hadir dengan fluktuasi desis, seperti kinerja RAM. Hasilnya A-haaaaaaa!!!!!!
( In English )
Usually, start to keep-self in one place without anybody. Close my eyes to concentrate. Next, throw a sighting right-left.. above-below ..front-behind.., sometime sucking a fingers hand, trying to strengthen a frequency to reach the opinion resources out where it come from (Caution : foot fingers are excluded!). Able to create a Silence although a lot of Noise surround, it means almost enclose what a dig. Then, combine all part of appearances with hissing’s fluctuation, like RAM performance. Finally…EUREKA!!!
SayITwithFLOWER...2




Jumat, 17 Oktober 2008
Secerdas Ali… Seculas Abunawas….
Asa Menyambut Ramadhan 1430 Hijriah
Kolong Jumat dini, 17 Oktober 2008
Pernah dalam satu riwayat dikisahkan, di sebuah komunitas Halaqah dimasa era sahabat. Segelintir orang sedang membaca Al-quran dalam serangkaian mencapai khatam-an. Beberapa diantara-nya sedang asyik dengan fluktuasi tadarus, dengan rima dan bait surah yang berbeda. Tergantung kecepatan masing-masing. Uniknya, diantara mereka hanya tampak Ali bin Abi Thalib yang sedikit rada easy going, seolah tidak segiat lainnya. Hal ini tentu saja menjadi pertanyaan besar bagi nuansa khusyuk yang sedang berlangsung.
Lalu bertanyalah seseorang diantara mereka. Kira-kira versi “kini” bgini…,
Fulan : “Hey Ali, kog nyantai banget sih! Liat tuh temen-temen pada khidmat umbar energy melantunkan
ayat-ayat, kog antum malah seperti sudah selesai sedari tadi. Jangan malas-2an dong!”
ABAT : “Lho sapa yang malas! Memang ane sudah finish dari tadi kog!”
Fulan : “Finish??? Khatam???...sekejab itu?” Akh! Yang bener aja!!”
ABAT : “Swear! Memang ane sudah khatam”
Fulan : “High speed gitu!? Ck..ck..ck..pake formula apa??” (sedikit mencibir)
ABAT : “Mudah kog! Kebetulan ane pernah ingat sabda Rasulullah, bahwa dengan membaca surat
Al-Ikhlas sebanding dengan membaca 1/3 kandungan Al-quran. So! Ane sudah membaca-nya 3X.
klop deh!”
Fulan : “Oalaaaaaaaaa….Pantesan Bro!”
Hikmah dari dialog singkat tadi sebenarnya menunjukkan kadar intelegensi sang Khalifah Ali di masa muda-nya. Sebagai referensi yang pernah terungkap, kupasan sirah salah satu personil Khulafaur Rasyidin.
Melompat segmen waktu, terkenang lagi masa jaya si Abunawas. Terkenal sebagai insan berwawasan luas, lugas berpikir… kupas tuntas sebuah kebuntuan. Muara persoalan tak terjawab. Dus, jadi orang kepercayaan Baginda Harun Al-Rashyid. Bahkan, mungkin juga benar, dalam suatu kajian literatur dianggap sebagai ahli sufi, peletak dasar aliran sufistik modern. Kata-nya!!
Teringat syair beliau yang begitu akrab usik gendang telinga. Saya-pun hanyut dalam lantunan merdu sang Naib di penghantar bahana menara bambu, surau kecil di tanah Jawa. Sebait syair maknanya kurang lebih begini…”Ya Allah.. ya Tuhan-ku, aku ini memang gak pantas merasakan nikmat surga, tapi sisi lain aku juga gak berani dengan kobaran siksa neraka-MU”. Akh! Dasar penyair culas yang berotak cerdas…gumam-ku.
Jejal angan berlanjut jejak kala. Berani bertaruh 100%, kelompok Band UNGU pasti juga berkiblat aura religi syair tadi. Coba simak diantara bait lagu “Andai Ku Tau” mereka.
Kenapa di Ramadhan 1429 ?
Sekilas secara acak hadir lagi ungkapan si Kyai Mbeling, Cak MH. “kebanyakan orang adalah orang kebanyakan”. Fenomena terjebak resah kalo tidak dapat meraih langka Ramadhan. Belum tentu bisa ketemu Ramadhan tahun depan… terkreasi sebagai kalimat reduplikasi. Senantiasa mengisi pengantar khotbah sambut awal “Marhaban ya Ramadhan”.
Lalu bagaimana aku? Yang terbengkalai gagal penuhi target obsesi asa pada bulan primadona. Malam-malam terlewati, serasa belum khusuk bilas tafakkur. Terlanjur larut di kubangan jelaga diri, nggak terbantahkan. Semata terbebani tarikan kutub resah duniawi. Desahku parau… sirkulasi eliminir komunikasi tegak-lurus. Benar-benar ujian!!!
Gaung masjid berlantun fluktuasi rima Kitabullah. Panggilan adzan menebar semangat berjamaah. Dan awal malam merentas derap tarawih… hingga 1/3 jatah malam…sahur…imsak…disusul subuh perdana mengundang umat tumben kumpul. Belum juga aku tergerak…
Tengah Ramadhan hengkang Jawa, berkutat hawa Surabaya “kebanyakan”. Berkutat sekitar Perak urus kiriman barang LN. ternyata masih banyak pungli ber-label bea administrasi. Seorang oknum bilang… untuk bekal lebaran. “Ben gak cekak Cak! Yo’opo mneh..hayo?” Benar-benar terseret arus formalitas…formalitas lebaran.
Jelang H-4 mudik Mataram. Saya memang lagi cekak…tetapi semakin cekaka’an mendalami makna pencerahan kilas anjangsana sebagian wilayah Jawa.
Kembali pada runut, upaya hapus elegi. Tentunya dengan tanpa mengurangi rasa hormat pada kudus Shaum terjalani. Tak terbantahkan terselip keistimewaan malam seribu bulan, Lailatul Qadar. Untuk mencapai formalitas Ramadhan 1430 kini harus mampu saya ciptakan hakikat ramadhan-ramadhan kecil. Dasarnya, termaktub di penghantar khutbah Jumu’ah. 4X/bulanX12 = 48X peringatan. Hari JUMAT adalah penghulu sekalian hari… hari RAYA-nya orang fakir dan hari HAJI-nya orang miskin. Kuncinya, apa saya harus berupaya meraih inti makna hari Raya? Semoga saja tidak di cap sebagai santri mbeling, jama’ah culas...bagi aku yang berpredikat fakir, mungkin juga sedikit pandir. Salam sejahtera pada alam fana…,