Selasa, 30 Juni 2009

migrasi SPEEDY...

Kemarin adalah persis jelang deadline akhir Juni. Blingsatan saya kunjungi plasa Telkom Mataram. Sekedar misi ubah layanan migrasi opsi speedy. Ada beberapa gelintir konsumen jejali kursi ruang tunggu. Herannya, jatah konsumen dari no urut yang saya terima sekitar interval 5 angka. Toh, giliran panggil saya nyaris makan waktu hampir se-jaman... almost 1 hour! Ada apa?????

my turn on desk-call,
Nyata-nya hampir hampir semua pasien Telkom hari itu punya obsesi sejenis. Migrasi layanan ke speedy cermat. Seperti halnya saya yang juga punya tujuan sama. Dua bulan lalu sudah sempat saya ubah level jenjang pilih (register awal tahun ambil Cermat 75.000,- nominal Rupiah). Ambil paket 200ribu jatah 50 jam/bulan. Sekedar penuhi skala ber-internet yang mulai menunjukkan fluktuasi menanjak. Dan demi hasrat membangun konsep work by home. Fakta-nya, karena ke-asyikan ndilalah tagihan rekening lumayan bengkak. Dulu selagi mudah cek situs http://telkomspeedy.com, terasa gitu gampang ikuti jatah billing. Terpampang langsung di kolom kanan. Belakangan sejak situs tersebut ubah model template, konten memang jadi lebih variatif-atraktif. Jujur secara pribadi, saya gak tergerak cari dimana letak kanal cek billing (yang sudah berubah). Otomatis terfokus pada geliat aksi blogging. Sudah ketagihan...boro-boro ter-alihkan cuma sekedar intip cacah jatah eja durasi. Terserah dipahami apa, saya yang kurang ter-inisiatif ... atau memang "ini" adalah bentuk trik dagang pihak Telkom. Pelanggan baru selalu... dan kerap terbuai dengan hal-hal ber-bau anyar. Baik aktivitas sebagai netter...dicurahi informasi dan tayangan konten, iklan yang giurkan rasa penasaran untuk tetap berkubang di rana maya.
Jelang akhir barulah tersadar. warning call jelang masa bayar jelang tanggal 20-an saban bulan. Tagihan anda bulan ini sekian....bla..bla..bla..., dst.

Nimbrung di barisan desk-server, para mbakyu manis melayani dengan segenap hati. Sambil pasang telinga, nguping apa saja misi kunjung para pasien. Ternyata kebanyakan adalah proses pengajuan migrasi speedy. Setiap dari "kami" selaku pasien keluhin jebolnya biaya konsumtif speedy. Dan logika penjelasan mengalir dari para salesgirl counter ini dengan lugas dan diplomatis. Dan tetap ada ungkapan kalimat yang sama "pihak Telkom tidak akan merugikan pelanggan". Kog semua itu hampir terlontar dari para sales-girl tadi saat hadapi kami, pasien demi pasien.... Seolah "dogmatis" bekal dialogis. Mungkin sudah jadi "bekalan" silabus instan-institusional. Tapi kog mudah ter-baca! ataukah intuisi saya aktif mode-ON. Entahlah!!!
Toh ujung-ujungnya, kewajiban melunasi bea rekening tagihan adalah tanggung jawab saya, dan mungkin juga kamu-kalian...kami lain as customer. Mau nyalahin sapa lageee? Tanggung resiko atas alibi dan prioritas kapabiliti masing-masing. Sapa suruh doyan diperbudak terapan IT.

Next...and wait!
Ternyata ada hal "simpel" lain yang ironis. Pilihan kembali ke opsi speedy CERMAT. Saya-pun kian men-cermat-i modus operandi layanan terkait pola pengurusan administrasi pihak Telkom. Sekedar pengisian form pengajuan migrasi. Dalam penyertaan poin statemen, ternyata saya harus bubuhkan materai 2 buah. Alasannya cukup menggelikan. Sebab nomer telpon atas nama orang lain. Notabene adalah nama istri saya. Hebat juga! seolah penguatan hak status kesetaraan... atau memang trend setting. Peran saya selaku kepala keluarga...totalitas user as netter rumah. Sepertinya raib jati-diri... leluasa dilindas tertib administrasi pihak Telkom.

Bingung juga dengan situasi menyebalkan tadi. Haruskah kudu bikin onar ? hanya sekedar berhadapan dengan para pion yang memang tugas-nya jalanin instuksi. Padahal saat pengajuan pemasangan speedy dulu, pengajuan tera nama pemohon ini tidak akan jadi masalah. Buntutnya toh seperti dapat hidayah pengalaman. sekali lagi cermati modus operandi. Jadi inget unek-2 artikel sebelumnya!



NB :
Customer lain ditanya apa alasan utama ber-migrasi. Saya gak dicerca lebih detil.. andai saja terjadi, jawaban saya pasti begini...
" Sekarang peluang ber-internet kian terbuka, banyak hotspot gratis...dengan pilihan suasana yang variatif. Para remaja adalah generasi potensial selaku pangsa komunitas Masyarakat Jaringan. Generasi yang bakal dominan...." Mesti-nya TELKOM jangan belagak telmi. Bisnis layanan telekomunikasi swasta kian berlomba perbaiki diri. Saya-pun kian mudah dapati akses internet gratis...mobile dimanapun.


Tidak ada komentar: