Sabtu, 16 Januari 2016

masuki 2016...,

suasana pergantian taon ala Fathir Ahnaf.
Fantasi visual yg di buat jauh hari sekitar Agustus 2015 lalu.
Semoga masuki tahap kehidupan yang lebih berwarna. Harapan selalu menampikkan lembaran usang. Memberi peluang kecerahan bersama terbit mentari pagi.
Bukan persoalan hingar-bingar petasan yang menghiasi angkasa semalam tadi. Limpah ruah manusia...., ketika pagi datang... mendadak teralih waktu terang oleh lengang sepanjang jalan, bahkan lorong-lorong kampung sekalipun. Kemana raib-nya sensasi kemeriahan yang dramatis tadi?
Gak ada apapun. Subuh tetap saja terlewati dengan barisan shaf  minimalis. 2 lajur..., Selebihnya perhelatan akbar alih tahun semalam hanya menyisakan ampas bertebaran dimana-mana. Ruas jalan... berjejal sampah. Petugas kebersihan terlihat lebih sigap seperti biasa. Hawa pagi berhembus lebih sejuk menawarkan basuh letih begadang. Apa lagi? gak ada istimewa.... hanya jedar-jedor petasan sesekali menyalak...sisa semalam yang gak sempat tersulut.

Tapi begitulah takdir warna alih tahun. Selalu begitu... senantiasa begini. Kalaupun ada beda, hanya dari sektor kebijakan pemerintah. Kebijakan turun harga BBM. Seolah dianggap sebagai hadiah akhir taon bagi seantero penduduk indonesia..aha..aha (susah menulis langgam lafal lirik lagu bang Rhoma, secara literasi yang benar). Oya, tahun ini juga agak  beda sebab pertemuan momentum peringatan maulid Nabi tanggal 24 Desember dan diikuti hari Natal 25 Desember. Betapa bisa dibayangkan. Kemeriahan kampung di Lombok akan diwarnai peringatan maulid yang lebih sensasional. Kuliner" khas di tadah loyang. kami disini menyebutnya 'nare'. Sajian menu nasi rasul berupa ketan kuning dan tabur serundeng suwir daging ayam. Atau, ikon wajib si jaje-tujak. Biasa-nya terhidang akhir usai menu santapan utama. Menu penutup.. paling di nanti sambil menyeruput kopi item.
Asyiknya lagi momen ini akan berlangsung kurun lebih 2 minggu. Biasa antar kampung.. semisal terapan komunal banjar. Pelaksanaannya akan meriah antara 1 kampung dengan kampung lain yang bersebelahan. menyempatkan saling undang.. disebut besilaq. Itu baru satu lingkup wilayah terdekat. Belum antar batas kabupaten. Wilayah timur-tengah-barat dan selatan menjadi lintas dinamis ajang silaturahmi. Jadi bisa kalian bayangkan... seandainya punya sahabat dan kerabat yang masih teguh dalam pelaksanaan acara sambut maulid tadi, betapa kita akan gembira oleh banyaknya undangan makan. Hehehe... terlebih ada yang benturan jadwal undangan disaat bersamaan. Susah ngatur...mesti bisa ngatur pola kunjung. Siapkan lambung kosong sejak awal.

Dan kemeriahan ini gak ngaruh blas sama sekali dengan isu BBM. mau dia nanjak...turun...dalam fluktuasi membingungkan sekalipun. Acara ini bakal jalan terus.. tetap meriah mesti dipastikan saat itu harga-harga kebutuhan pokok pasti melambung. Dan itu sudah lumrah. Pedagang mulai sedikit nimbun stok barang untuk di distribusikan pada saat tepat. Berjalan dari tahun demi tahun.
Bahkan saking tumben 'bosen'nya...tumben saya sampai gak menyempatkan datang pada undangan gelar maulidan di Kampung Melayu, teritorial sendiri. Padahal dulu-dulu, saya biasa rajin nongol lebih dini sejak panggilan suar masjid berkumandang. Penuhi hasrat fotografi di acara sunatan masal dengan gempita tabur rebana. Berbaur kebahagiaan sesama warga. Nyata-nya saya gak geming.......,
Kans bicara lain. Lintas hari kemudian ada ajakan teman lain. Ayo..ikutan, ada undangan maulid di Sekotong. Hari itu mestinya saya ada acara pertemuan kecil dengan rekan di komunitas bekam jam 10-an. Tapi berhubung tempat agak jauh harus datang lebih pagi. Kebetulan lagi saya saaat itu sedang gowes dadakan. Jadi sekalian mampir...dan nimbrung kondangan maulid. Yup! toh entar bisa hadir pertemuan molor-molor dikit.
Dan seperti bisa ditebak. Undangan kali ini memang beda nuansa. Sohibul bait bertempat persis sepanjang aspal utama pesisir sekotong. kategori kampung nelayan. Mau tahu menu yang tumben kami santap. Apalagi klo gak ikan laut segar, berjenis ktambak dengan ukuran gak lebih besar dari kepalan tangan dewasa. Kami berebut santap... apalagi ditengarai ikan itu merupakan tangkapan si empunya gawe. Hasil spear fishing...lepas subuh tadi. Plus, sajian tumben yang lain adalah menu sate gurita. WOW... Ini baru maknyus! Nikmat Tuhan mana yang bisa kami dustakan?

Welcome 2016 !!!!   

Sabtu, 09 Januari 2016

Diklat Bekam di Benete - KSB

Sebagai upaya syiar, 
Penerapan kembali gerakan pada pengobatan yang lebih islami (a.k.a Thibbun Nabawi) dirasakan pada kurun belakangan ini semakin gencar dilakukan berbagai pihak. Kesadaran ini bukan saja sebagai realisasi dalam bingkai besar aktivitas dakwah. Namun juga alur estapet berkesinambungan dari semangat ukhuwah. Menebar rahmat dan manfaat bagi kalangan umat. Sinergi ini bisa dilakukan dalam kancah kecil, menengah hingga luasan kapasitas besar. Kerjasama lembaga pelatihan dan rumah sehat maupun klinik pengobatan thibbun nabawi yang perkembangan-nya kian hari makin menjamur. Dengan sinyalemen positif mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan. Entitas-nya tidak lagi dianggap sebelah mata, akibat pelaksanaan praktek dan metode yang mungkin terbatas dan asal-asalan. Namun telah berbekal muatan pengetahuan pondasi kesehatan, syarat dasar medis, detil dan delik hubungan antara terapis-pasien. Peralatan yang lebih modern dan memperhatikan kaidah higeinis yang telah disepakati dalam multi disiplin kajian-kajian pelaksanaan ilmu kesehatan.
Dan bekam adalah salah satu-nya. istilah Jawa menyebut canthuk/kop merujuk istilah umum cupping, gelas khusus penampung darah statis. Lombok/sasak mengenal istilah Betanggik sebab identikal dengan pemakaian tanduk sebagai alat khas manual. sementara bahasa arab menyebut Hijamah. Dikalangan kesehatan konvensional bahkan inisial kerennya dikenal sebagai ODT (Oksidant Drainage Therapy) Jadi, pengobatan metode bekam sebenarnya telah lama dikenal oleh berbagai wilayah dan belahan dunia manapun. Bahkan jauh sebelum pengobatan medis modern berkembang biak secara simultan di multi peradapan lintas generasi. 
Bekam menurut pandangan islam
Hijamah merupakan salah satu teknik pengobatan yang dicontohkan Rasulullah SAW, yang telah lama dipraktikkan oleh manusia semenjak jaman dahulu kala. Bahkan informasi perintah berbekam ini di-informasikan dengan jelas.

Selama aku berjalan pada malam Isra Mi’raj bersama para malaikat. Mereka selalu berkata, “Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam.” Sesaat setelah Isra Mi’raj, Rasulullah juga menyatakan, sebagaimana diriwayatkan Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa ia tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau dengan mengatakan, “Perintahkanlah umatmu untuk berbekam! Bahkan dengan tegas, Nabi Muhammad menyatakan, “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang umatku dengan besi.
Jadi secara spesifik, bekam/hijamah merupakan rekomendasi anjuran bahkan perintah dari Rasulullah. Sehingga patut di garis-bawahi "melaksanakan bekam berarti melaksanakan sunnah".  Secara umum, tehnis pelaksanaan bekam bisa sama dalam tata laksana-nya, hanya ada penekanan khusus, bagi umat islam yang berikhtiar untuk mencapai ridho kesembuhan agar menempuh cara yang halal dan baik. Senantiasa benamkan keyakinan di hati bahwa efek kesembuhan adalah atas izin Allah SWT. jika, seandainya-pun berobat melalui terapi hijamah. Kesembuhan menjadi hak mutlak milik Allah SWT. Sebagaimana secara tegas diuraikan alam surat Asy Syuura : 80
"
dan jika aku sakit, maka Dia-lah Allah yang menyembuhkan "
Sejalan waktu, pengelolaan metode dan terapi bekam di Indonesia juga makin pesat berkembang. Terlebih sejak berdiri resmi wadah asosiasi yang di kenal dengan ABI (Asosiasi Bekam Indonesia). Sekaligus menjadi wadah pemersatu bagi para terapis bekam dan organisasi profesi pengobatan tradisional. Lengkap dengan sejarah pendirian, payung hukum dan dukungan penuh pemerintah. Silahkan merunut tautan link yang saya rasa cukup bernas mengulas kajian spesifik yang melatar belakangi fenomena bekam di Indonesia.



Pembentukan Kader terapis di Kabupaten Sumbawa Barat
dgfhgjhkjnbvnmfhjghkjlm,nbvhgjklm.,nbg   lkcvbn; l j;j pjh; jhji / /ih/dihf/  IH

Sabtu, 26 Desember 2015

Baksos Bekam Massal


28 Februari 2015 : Tumben, saya bisa ikutan gabung di kegiatan Baksos bekam masal. Kali ini, berlokasi di Desa Mas-Mas, Kec. BatuKliang Utara, Kab. Loteng. Kerjasama komunitas Tangan Di Atas (TDA) dan Rumah sehat Ar-Rayyan. TDA merupakan sekumpulan beberapa entreprenuer lokal yang punya misi, visi dan aplikasi gerakan sosial terhadap kepedulian masyarakat yang berada diseputaran pulau Lombok, melalui himpun dana CSR dan keterkaitan dengan beberapa pihak pendukungnya. Simpatisan lembaga maupun personal. Tim Ar-Rayyan yang urun gawe ada sekitar 12 orang. Terbagi untuk penanganan 2 tim sesuai kelompok gender. Warga setempat begitu antusias menyambut gelaran acara ini. Bahkan, melebihi (lebih sedikit) target jumlah 100 pasien yang datang. 

Menariknya lagi adalah faktor pemilihan lokasi. Desa Mas-Mas merupakan kawasan wisata berbasis kekayaan alam pedesaan. Menerapkan sistim pengelolaan berbasis masyarakat. Indepedensi yang berakar kuat demi mengangkat harkat citra dan paham atas potensi lokal yang mampu di tumbuh-kembangkan. Semacam istilah keren, Eco-tourism based on local community management. Sudah banyak tamu wisman yang berkunjung di desa ini. Bisa dibaca pada pampang liputan berita majalah dinding berupa 'mozaik' perca artikel koran dan media lokal, yang terdapat di "Sekretariat Bersama" mereka. Sekaligus menjadi markas kegiatan kami kemarin.



Konon, motor penggerak dari aksi pemberdayaan ini berasal dari pondok pesantren yang ada di desa Mas-Mas. Kader-kader dibentuk melalui para santri. Untuk melakukan pemandu handal lokal bahkan para siswa di SMA setempat dilibatkan. Membiasakan diri dengan aktif berbahasa asing. Terutama di lingkungan Sekretariat. Well, pengumpulan serpihan informasi ini tentu belum maksimal saya lakukan. Mengingat eksistensi 'peran' kemarin sebagai terapis, tidak memberikan banyak luang untuk bertindak rangkap himpun akurasi data. 
Kembali pada misi kolektif, semoga secuil pengalaman ini bermanfaat, Insya-Allah. Membumikan kembali Thibbun Nabawi di (sebagian) gumi pertiwi.













Jumat, 06 November 2015

Belajar Bekam al Hijamah....,

Ah, 
Barangkali kalian sudah cukup mengenal istilah Bekam. atau dalam bahasa keren-nya lebih dikenal dengan ODT (Oksidan Drainage Teraphy). Secara mudahnya dipahami sebagai salah satu metode alternatif tindak non medis di rana kesehatan. Klo istilah umum lebih sering di sebut Kop. Dulu saya lebih familiar dengan istilah ini. Sebagai pengganti metode kerokan.. klo lagi masuk angin. Kelak, setelah mendalami bekam saya baru ngeh. Kop..adalah istilah serap asing dari cupping. Tehnik penyembuhan dengan cara penghisapan memakai 'gelas' khusus. Hanya saja kop/cupping pada tehnik penyembuhan ala bekam/ODT dibagi menjadi 2 cara. Metode basah dan kering. Bekam luncur adalah metode mirip kerokan yang dilakukan secara kering. Artinya badan cukup di lumuri minyak lalu dilakukan bekam luncur/kering. Sedangkan bekam basah, dengan cara menyayat/melukai sedikit pada permukaan pori kulit. Selanjutnya dilakukan penghisapan untuk mengeluarkan oksidan. Atau secara awam kita menyebutnya darah kotor. Ada juga penyebutan darah mati, sebab merujuk pada akumulasi toksin/racun yang kemudian didorong kepermukaan kulit, selama proses sirkulasi darah. Nah, darah kotor (darah mati) also known as Oksidan itu yang perlu dikeluarkan dari tubuh. Karena jika dibiarkan mengendap bisa mengganggu kondisi normal kinerja organ penting tubuh manusia. Ataupun menghambat proses sirkulasi darah. yang otomatis berujung pada malfunction tubuh. Terganggu kondisi fisik. Hingga memicu timbulya penyakit.

Yang perlu dipahami, darah kotor/oksidan sifatnya tidak berbau seperti halnya darah segar. Darah segar dalam tubuh kita selalu bergerak sesuai fitrahnya. mengantar sari makanan dan udara yang diperlukan untuk keseimbangan kinerja tubuh. Darah kotor/mati tadi dihisap 'hanya' sepersekian mili dari permukaan kulit. Tentu ada pengetahuan dan kaidah khusus untuk bisa melakukan-nya. Maka itu perlu butuh kursus dan diklat untuk mempelajari bekam lebih lanjut.

Tambahan, secara lokal sasak istilah bekam dikenal dengan sebutan Betanggik. Istilah ini lebih merujuk pada praktek umum bekam yang dilakukan secara tradisional dengan menggunakan media tanduk binatang sebagai pengganti cup/kop. 
Singkatnya, saya mengenal bekam secara spesifik dan beberapa aplikasi kesehatan mandiri (ala Thibbun Nabawi) melalui sekian seminar yang diadakan rekan penggagas di lingkungan komunitas dakwah. Tadinya sebagai upaya kontribusi tambah pengetahuan saja. Sekitar tahun 2011. Beranjak ajakan mulai intensif. Selain juga saya mulai tertarik untuk mencoba bekam, posisi pasien. Artinya kudu merasakan sendiri apa manfaat dan mempelajari tata-cara secara umum. Bahkan saat itu melalui bapak Musagar Husni Thalib, saya langsung diterapi 2 metode. bekam sekaligus acupuncture/tusuk jarum. Rekan  yang saya sebut belakangan ini cukup getol dan aktif sebagai penggiat Thibbun Nabawi di kota Mataram. Bahkan baru-baru ini punya kesempatan sebagai undangan khusus ke Malaysia atas undangan pengusaha di negri jiran sana.


dirumah bapak Musagar, awal jajal Bekam 
Yah, efek sejak merasakan bekam secara pribadi, kepala saya terasa enteng. Kesemutan dibeberapa ruas jari dan pegal-pegal pundak bisa berkurang saat itu juga. Paling tidak ke-ajaib-an bekam bisa langsung terasa. Hal ini pula pada iring waktu kemudian menggerakkan saya ikut kursus Thibbun Nabawi. Penyelenggara-nya Rumah sehat Ar-Rayyan. ditahun 2012, termaktub di-angkatan ke-4. Itupun biaya kursus bisa di-cicil. Alasan-nya program ini juga di-tujukan bagi beberapa rekan yang berasal dari berbagai beda latar belakang. Termasuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat luas yang punya antusias di bidang ini tapi terkendala faktor dana. Muatan akhir-nya tentu saja bagi lembaga adalah kesempatan mencetak para terapist baru yang semoga membawa manfaat bagi kehidupan sekitarnya. Baik kesempatan sebagai opsi profesi maupun andil dan berperan aktif sebagai back-up tenaga kesehatan yang siap sedia saat dibutuhkan untuk kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh lembaga. Dalam arti mengemban misi kemanusiaan. Biasa-nya dicanangkan atas kerjasama dengan lembaga/organisasi besar maupun instansi yang memiliki program CSR (Coorporate Social Responsibility).


Last but not least,
Sekalipun tulisan ini 'bisa jadi' tersaji basi. Tapi semoga menjadi penyemangat bersama untuk kalangan therapis yang berangkat dari lembaga sama. Ar-Rayyan. Berbuat lebih banyak dan memberi manfaat maksimal bagi umat. HaHahaha.... seperti saya punya utang, sejak pernah terlintas untuk bisa sekedar mendukung meski cuma melalui ulasan singkat dan liputan sederhana ala narasi Blog.

Beberapa lampiran foto saya ambil sejak Ar-Rayyan masih menempati kompleks ruko di sebelah timur Bandini cafe. Lalu hijrah ke barat lagi di rumah sebelah barat pintu gerbang BTN Sejahtera - Pelembak. Hingga terakhir lembaga ini tutup. Link dokumentasi SINI
Tapi bukan berarti secara silaturahmi kami putus. Pada momen tertentu, baksos menjadi ajang kami reuni. Paling tidak misi lembaga-pun tercapai. Secara individu, para teraphist memiliki jalan-nya untuk berbuat dengan inovasi masing-masing. 
Akhiru kalam. Salam..,

Sabtu, 24 Oktober 2015

fenomena SEO

sumber gambar : rujukan internet
Apalah arti sebuah NAMA...,
Iya! nama itu bisa jadi tanpa indikasi apapun. Tapi, giliran nimbrung usaha online... Nama itu menjadi penting. Terlebih bisa tampil pada urutan lembar awal surfing mesin pencari (Search Engine). Soalnya, bisa diliat oleh para netter sejagad maya dimanapun berada... terlebih menyesuaikan konektivitas dengan para calon konsumen potensial. Itu merupakan berkah tersendiri. Kans terjalin antara seller & buyer otomatis terhubung langsung.

Dulu, dalam tiap ketik kata Butik Etnik di search engine. http://butik-etnik.blogspot.com tadi-nya, selalu hadir teratas, dalam rating pencarian. DILALAH, lately, berubah "nyungsep" di-urutan ke sekian meski 'masih' dalam halaman pertama. Alasan-nya ternyata ada beberapa web lain yang mendadak latah.. ikutan cantum membubuhkan kata "BUTIK-ETNIK" di laman mereka. Wajar, "trik" ini merupakan metode praktis untuk bisa menyiasati kanal web bersangkutan bisa tampil hadir di urutan awal pencarian tadi. Strategi ini dikenal dengan SEO (Searh Engine Optimization).. alias Optimalisasi Mesin Pencari. Ada beberapa trik... mulai dari sekedar rekayasa back-up link, tapi giliran di klik menyimpang pada kanal lain tanpa tematik terkait judul. Lalu ada cara menyisipkan kata kunci (keyword sejenis)...yang otomatis ikut nongol di laman pencarian, Ini lebih saya bilang sebagai KIAT PARASIT. Sampek dengan tehnik rumit utak-atik kode-kode HTML dengan perangkat aplikasi pendukungnya.


sumber gambar : Rujukan internet
Beda kasus yang terjadi bila ada akad antar pemilik blog/web dengan produk sama saling bertukar LINK. Masing-masing pihak akan tampil bareng, bahkan mendominasi di halaman awal. 
Kiat bak ulah Parasit tadi itu bisa jadi sebagai salah satu trik yang masuk dalam kategori metode "BlackHat SEO". Cenderung ada bobot 'curang', bahkan dikatakan sebagai cara agresif yang tidak ikuti kaidah panduan Search Engine secara benar dan beretika.
Nah, pada kasus upaya optimalisasi itu dibawah ini saya sertakan ScreenShot. Bisa terlihat antara alamat web dan konten isi bisa semrawut. Ada juga web jualan barang keren. Nama web-nya xxxxbutik. giliran tag keyword berikutnya bubuhkan xxxxx-butk-etnik. Ada lingkar merah disertaan foto dibawah. Hahaha... ada-ada saja. Lucunya, web itu pasti dikelola oleh konsultan web desainer tertentu. Dan pasti-nya ber-BAYAR. Sedikit saya tergelak... bisa-bisanya mereka begitu "GAK KREATIF" soal nama. Apalagi cuma mau ndompleng Optimalisasi dengan Blog Ala Kadar-nya berbasis afiliasi google BLOG GRATIS-an. Semakin terbukti cetus ungkapan lama yang pernah gak sengaja saya tulis.
" Don't judge a BOOK by it Cover.... Don't judge a BLOG by its TEMPLATE ". KEREN sih KEREN... tapi itu tadi, kalian tipikal KERE-AKTIF! Wkwkwkwkwk


ini contoh ketika imbuhan kata "butik-etnik" dijadikan TRIK upaya optimalisasi. Domain utama mematok inisial
batucincin.my.id/.../butik-etnik.html, lucu-nya pada sub-konten dengan judul spesifik Butik Etnik paparan berikutnya menjadi lebih gak karuan pada penyertaan susun kalimat. Bubuhan Kata Butik-Etnik menjadi meraja-lela. Gilir di klik salah satu kata itu penelusuran-nya makin tidak kontekstual. Sebagai kata benda dalam struktur kalimat, bisa menempati subyek dan obyek...Apaan sih Butik Etnik ???? hehehehe...........,  

nah, klo ini beda kasus lagi. menyertakan imbuhan kata Butik Etnik pada sub tagline... setelah memasang titel utama shanumbutik. Gak ada masalah sih..., hanya pada satu kejadian pernah menjadi bingung salah seorang pengunjung blog saya saat saya bilang cukup ketik kata Butik Etnik di search engine.. ntar mengarah langsung pada kanal blog. Ternyata dia kebingungan? Karena pencariannya menyasar pada web penjualan produk lain. Hehehe......, Sejak itu saya mulai mengalami sendiri tentang apa yang selama ini hanya jadi media ulas. Teoritik semata. Kasus fenomena optimalisasi search engine di jagat maya. Hihihihi.........., Dan sekaligus ini cocok jadi bahan pembelajaran bersama. Menjadi literasi sederhana ala kupasan jurnalistik warga. Dan sesuai fitrah-nya.. ngaku Blogger, ya tuang unek-unek via BLOG. membuktikan eksistensi-nya di rana publik.



Kamis, 22 Oktober 2015

kampanye Lingkungan

Against the FOG 
A.S.A.P



Minggu, 09 Agustus 2015

Dive me One...dive me more....annually,

Telling story ... below the water...,
Ada beberapa unek-unek yang sempat terlintas dikurun taon ini. Berkaitan dengan dunia bawah air. Hanya saja, seperti yang sudah-sudah. Meluangkan waktu untuk mencurahkan segera menjadi kendala tersendiri. Ada perihal batu asal sejenis karang yang kemudian sempat menjadi incaran di kalangan penggemar akik. Hingga etape terakhir ini sepertinya sudah mulai surut trend. Artinya, ada probabilitas untuk di-ulas tersendiri. Meski, tentu saja, gak perlu momentum ketika ikon bersangkutan menjadi booming sesuai periodik waktu. Yah, itu lagi penyakit kambuh. Kadang, saya punya kebiasaan aneh, mungkin buruk. Ogah ulas saat itu juga akibat faktor 'must share now'. No...no.., kadang kala saya berpikir gak ada sesuatu hal yang menarik untuk di-ulas ketika khalayak pada fokus di tema sama. Segala-nya terasa hambar. Efek dari homogenitas. 

Belum lagi, aktivitas bertindak dalam rangkaian divisi supplyer juga cukup menyita waktu. Belanja... nyusup pasar. Hunting tempat strategis harga miring. Tapi secara fisik kegiatan ini bisa saya lakukan bersama anak-bini. Bersyukur tetap adad momen kebersamaan yang dihadirkan. Lebih-kurang sudah sita 3 tahun berjalan saya geluti. Juga ada perihal tematik hasil laut. Ikan eksotis... serta wacana pendamping yang menjadi kontradiksi. Bakal ada satu ulasan khusus nanti-nya.


Di bidang rana penyelaman..., Bisa disebut sangat minim aktivasi. Masalahnya mungkin kembali pada niat. Klo sudah terpatri di-hati... rasa-nya pondasi keukeh itu bakal bertahan seperti fenomena akar tunjang. Gak geming oleh tawaran tematik dive rekreasi yang ber-tubi ajakan-nya datang. Masalahnya bukan berarti saya pingin melepas total kegiatan ini. Hanya sudah kadung meluruskan niat tadi. Saya hanya bakal minat pada ajakan rekan di tema Komersial Diving. Tidak lagi berwawasan wisata dan handling tamu. Kalo-pun berwisata... justru saya ingin-nya menjadi kategori tamu. Berstatus penyelam yang merasakan konsep penyehatan jasmani & rohani bagi kepentingan mandiri. Lebih meresapi hakikat kejadian dan keindahan alam. Bekal memupuk kantung religi.


Bermimpilah...  makes your dream comes true
Alhasil kans itu-pun terjalani dengan tidak ada rutinitas jadwal. Terhitung ada 2 jeda tahunan saya mendapat tawaran kegiatan penyelaman. Pertama, ditahun 2014. Paska nimbrung jadi panitia KPS pemilu legislatif, Sehari kemudian saya bertolak ke Belitung. Kali ini ajakan rekan diver kubu Semarang. Bukan main sumringah-lah! lha wong, secara wish-list niat bertandang 'negri laskar Pelangi' sudah ada sejak lamaaaa. Hanya gak bisa memastikan. benang merah apa yang bakal menghantar saya kesana, kelak. Dan sekali lagi, saya selalu mensyukuri tentang hikmah-hikmah kemudian. Betapa hidayah itu kerap tiba setelah kita bayangkan.. lalu di proyeksi, dilumuri berliter-liter doa. Membingkai cerah harapan dengan rela membiarkan untuk Tuhan sendiri yang mengatur waktu-Nya.  Dan segmen-segmen yang sebenarnya 'tidak kebetulan' itu akhirnya saya temui saat berkunjung ke Museum Kata milik Andrea Hirata. Penulis fenomenal tentang negri Laskar Pelangi. Betapa dahsyat mimpi itu. Saya akhirnya ketiban realisasi mimpi basah. Berbasah kuyup di kedalaman sebagian samudra sudut Belitong. Alias nimbrung di kegiatan pelatihan kursus penyelaman bagi staf DKP Manggar BelTim. Memang sih, gak total menikmati paras lansekap-nya. Butuh in-depth di kesempatan lain (kelak, semoga lagi). Akibat keterbatasan waktu dan konsentrasi jatah ajar. Hanya jelang momen pulang, saya singkat termenung. Mendadak saya di-ingatkan lagi dengan kata-kata mutiara sang tokoh dunia, disebut Bapak Penyelam Dunia, Jacques Yves Cousteau. "Leave the Bubble... Take only Memories". Setengah berdecak saya memaknai kata-kata itu. Bukan memaknai secara harfiah perihal arti 'bubble'. Ternyata secara lafal ujar.. Bubble disebut secara ejaan mudah sebagai BaBel. Akronim dari Bangka-Belitong. "Gelembung-gelembung" yang saya dapati memang nyeleneh... mereka muncul permukaan, persis tabiat balon kata di panel cerita bergambar. Terjemahkan dengan sendiri-nya.. Bingo!!!

Kans ke-dua, kegiatan diving komersil ini justru terlaksana jelang momentum menyambut Ramadhan 2015. Sebenarnya gaung penyusunan tahap perencanaan proyek pengaliran air bersih untuk konsumsi 3 gili (MATra) sudah ancang-ancang digeber sekitar 3 tahun lalu. Entah karena sesuatu dan lain hal, pada akhirnya perencanaan matang-nya dilakukan kembali tahun ini. Secara spesifik keterlibatan kami (saya & rekan buddy) adalah memantau kondisi substrat dasar perairan yang kelak akan dilalaui alur pipa PDAM. Terutama pada kawasan gugus terumbu lingkar pinggir gili/pulau (Fringing reef). Juga gundukan terumbu tengah, lebih identik dengan penyebutan taket. Berbekal peralatan scuba dasar. Pencatatan detil spot-spot karang yang dilalui sesuai tembakan arah u/w kompas. Mengikuti bentangan meteran gulung yang oleh 2 partner diver lain telah di patok lurus mengikuti bearing kompas. Setelah memasang beberapa patok pancang besi. Persis seperti melakukan tehnik permanen transek. Hanya lebih ideal klo saya sebut sebagai metode transek yang di modifikasi. Menyesuaikan faktor kebutuhan dan rupa lansekap di habitat nyata.
Sementara tim permukaan yang ada di-boat, sebelumnya berdasarkan titik kendali awal transek (berupa tanda floating sosis dan bentang vertikal tali) langsung mencatat titik geografis dengan handy GPS. Artinya, secara seksama berupaya mendekati perhitungan akurasi maksimal. Tindakan ini wajar dilakukan mengingat secara habitat perairan sangat identik dengan pengaruh angin dan arus. Pergeseran titik itu akan sangat mudah terjadi. Sisi mudahnya, untuk spot awal yang ditentukan dari pesisir pantai Sire menuju ke point gili Aer sudah ditandai sebelumnya. Karena koordinat dan penentuan zonasi telah jauh hari diberlakukan oleh pihak berwenang. Otorita pengelola status kawasan gili dibawah BKKPN (Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional), Unit Pelaksana Tehnis dibawah naungan lembaga besar-nya DKP. Missing link... setelah saya 'paused' lama di kegiatan tema perairan, ternyata UPT ini-lah pengganti peran KSDA sebelumnya. Setelah proses panjang serah-terima status pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam Laut, gili MATRA dari kubu DepHut ke DKP. Dikurun lebih dasawarsa lalu, lebih-kurang.
Selanjutnya, pesan koordinator pelaksana kegiatan, sensei Eko Pradjoko". pokok-nya kalian harus lurus...ikuti "KIBLAT" yang sudah digariskan. Yayaya.. ini adalah sinergi menyesuaikan amanah jagat pernyemplungan "Plan your Dive... Dive Your Plan"


** catatan khusus : menulis sesuatu yang sudah pernah kita alami kadang bikin males"an. Karena secara segmentasi, perca-perca artikel ini sudah pernah saya tuang dalam aktivitas mikro blogging di FB. Alhasil betapa banyak makan energi pungut mozaik artikel ini. Semacam gak tertantang untuk menuangkan esensi artikel dengan penyajian up-to date. Tapi sekalipun gitu semoga tampilan wacana basi ini tetap ada nilai manfaatnya. Setidaknya bisa jadi pembelajaran rekan-rekan yang menggauli bidang sama. Selanjutnya biar penyajian visual saja yang ambil alih. Keep on eyes...., 

diskusi soal tehnis & metode penyelaman di sekretariat BKKPN Bangsal-KLU
pak Eko Pradjoko (baju putih-biru) adalah dosen fakultas Tehnik- Unram

Kondisi peta kontur... penyesuaian bearing compass



pengukuran elevasi air laut, di ukur saat air pasang tertinggi, Lokasi : pantai Sire - Lombok Utara
2 mahasiswa kru dari pak Eko, sekalian praktek kerja lapangan


Pak Eko dan asisten penyiapkan perangkat GPS dan tranduser fish Finder

membaca sea-bed...tampilan 2 dimesi & koordinat

boat yang lega...memudahkan penempatan peralatan, tapi menyulitkan gerak saat kordinasi
kinerja penyelam dan kru permukaan.

perbekalan sensus bawah air... sabak teflon.


go down.... let start working buddy! 

2 rekan diver ..mematok tiang besi dan membentang meteran gulung

mengukur jarak antara 2 alur pipa.

ini saya,tugasnya nyatat.. mendeskripsikan varian kedalaman dan spot-spot karang

ini merupakan pelindung sekaligus fungsi pemberat dari pipa yang terpasang sebelumnya
Lokasi : sebelah timur Gili Aer

starting point : di titik timur gili Aer

Kondisi bottom di taket tengah, antara gili Aer dan pantai Sire
dominasi pecahan karang (Rubble)