Minggu, 03 Agustus 2014

Jumat, 21 Maret 2014

selang 7 bulan lewat.........,

Ah, rasa-nya baru kemarin....! 
Demikian basi ucapan ini saban terlontar menyikapi lompatan waktu. Pasti-nya bakal kepentok sendiri. Betapa berharga waktu itu jika dilalui tanpa aktivitas yang bermanfaat. Terlebih kebuang percuma... sia-sia tanpa ada hakikat makna tersendiri. Bukan saya gak sempat. Ternyata dengan mematri judul di posting terakhir... "paused on writing". Secara naluri bikin saya jadi beneran ogah"an. Semacam keciprat dogma-pramatis. Lakukan saja yang lain! Prioritaskan hal-hil penting.
Padahal setiap sempat lirik barang jenak di blog ini, kog jadi semacam trenyuh sendiri. Ada missing link dari sesuatu yang pernah kita canangkan sendiri. Pernah digeluti penuh hati. Pondasi angan dari pembentukan karakter perihal apapun. Yang awal bahula dulu pernah jadi simbion pergerakan citra nimbrung dunia maya. Jadi kenapa harus hengkang? Tak pikir lagi, sama saja dengan mereduksi diri sendiri. Kikis pencitraan.
Bleh! nulis apa... ngomong apa? Begini akibatnya kalo terlalu jarang nulis. Kaku... bingung mulai dari mana. Trus kebanyakan bubuh frase-frase berbelit. Bikin jidat berlipat.....alis nungging 75 derajat... bentuk ekspresi wajah asing. Mengalir kemana opini ini? ... bersusun kata apa... merangkai kalimat gimana nanti. Tapi berkat paparan tuts keyboard... jemari tetap ajak menari. 

1/2 tahun berlalu. Membelah 2 kutub periodik tahun. 2013 ke 2014. Memang tetap ada agenda terjalani. Peran penghantar barang orderan lantaran geluti usaha supplier. Sisi lain, tiap jeda minggu anjangsana Sambelia. Penelitian oyster.... si kerang Bakau. Begitu banyak pencerahan dan dapati ilmu baru tentang spesies bercangkang alot dan resiko luka jari. Mendammpingi si professor spesialis kerang asal Nihon-jin... orang jepang loh! bukan jin made in Japan :(
 Pertemuan singkat 3 hari kami habiskan dengan sesi padat karya. Materi kelas... paparan rekaman kegiatan dan tentu-nya field trip. Gak ada waktu leha-leha. Apalagi kesempatan jenguk Marlena, si janda muda di dusun sebelah. Geblek....!
Bermukim di cottage baru Siola - Labupandan milik rekan lawas yang juga menjadi rekan mitra lokal. 
Giliran gak enak-nya. Apalagi klo bukan nge-tik laporan. Hwehehehe......, Semacam ketiban PR saat duduk di sekolah. Tapi seperti biasa, hal-hal yang menyenangkan selalu berdampingan dengan sesuatu yang menjemukan. Itu lumrah. Sudah jadi hukum timbal-balik. Taoism, terapan teori yin-yang.
Geluti lahan basah, sepertinya memang tetap jadi bagian hidup, siklus yang menyenangkan. Sembari belajar... mengenal biota yang sebelumnya, bahkan, gak saya hiraukan dalam tiap kesempatan kunjung hutan bakau. Selama ini hanya fokus di ikan. aves dan aneka jenis mangrove.
Jadi gak bisa di bayangkan. Setiap perjalanan selalu membawa hawa semangat lain. Menepis jenuh-jenuh lawas. Tergantikan dengan tema terbaharukan.
 

Jumat, 30 Agustus 2013

paused on writing

Tips lain hapus jenuh....,
Nulis... ngisi wacana postingan blog bisa jadi hal yang sesekali menjemukan. Kerap-kerap ngadat... padahal masih punya beberapa stok kisah. Mestinya bisa di tuang... tapi kog tetap macet yah! mirip kinerja knalpot. Hembus gak lancar... terbatuk-batuk. Ada failure di perangkat internal mesin, mainstream, lebih tepat di istilahkan mind-stream. Antara benak... impuls intuisi... dan perkakas jari gak sinambung kait. Susah diajak kompromi.

Out of Box... kudu berpikir diluar hal rutin. Gak ada lain, pilihan jatuh pada aktivitas sketching. corat-coret dan pembiasaan lagi pendalaman karakter gambar. Tadi-nya, secara dampak juga bawa kans mendulang hasil finansial. Tapi gak total frontal. Alias sekedar penuhi order dari beberapa rekan sejawat yang membutuhkan. Ilustrasi buku.. head-shot figur seseorang.  Artinya secara aksi, ini merupakan langkah pemberdayaan peluang potensi. Maksud sisi humaniora adalah asah kecerdasan finansial. Melek sisi ekonomi....,

Baru lagi saya mulai. 1/1 wajah rekan pesbuk saya jadikan referensi. Memanaskan hasrat berkarya... biar kambuh, dan tumbuh lebih greget. Tentu-nya di poin itu saya lebih mengandalkan mood. Sambil plirak-plirik memandang karakter khas pembeda individu. Swear! berbasis mood jadi saya lebih mengandalkan feel ego. Pilih sendiri rekan mana yang bakal cocok jadi korban sketching. Melatih pembiasaan. Pelajari garis wajah... mana yang bisa di olah secara cepat. Ada juga yang perlu di-olah dikit detil. Hal ini terkait kurikulum yang random... acakadut. 
Begitu jadi, langsung tayang. Tancap di wall rekan FBers bersangkutan. Apa-pun bentuk apresiasi toh itu lumrah. Menyenangkan estetika perkawanan... sekalian gerilya promosi ala dinding ke dinding.



Susahnya nih! ada yang tergerak di buatin. Sekaligus minta pesan. Tapi giliran disebut pampang nominal langsung.. bubar jalan. Bungkam 1000 bahasa. Hehehe....., sental-sentil harga tapi diem. Entah dianggap mahal barangkali. Sekalipun ada juga yang lebih blak-blakan, acap dibumbui guyon afkir. Kalo bisa gratis mayan khan! ditambahi syukur Alkhamdulillah... serasa fasih, dengan cengkok basa Arab yang disempurnakan. Demikian merdu tembus telinga. Tapi-nya miris di hati saya terdalam. Duh gusti... ngurut ati lagi hamba-Mu ini..., Adakah engkau bakal kirimkan tukang urut spesial khusus hati hamba..., hehehe..., pembelajaran menejemen Kalbu.

Tadi-nya tensi semangat saya lagi nanjak. Eh, mendadak di ajak surut. Nah, coba lagi bayangkan. Ada mahluk lain muncul. Ajakan add friend tapi dengan misi tertentu. Minta digambarin. Pake nodong... jangan yang model sket mas, Klo bisa yang persis kayak foto-ku ini ni.. soale paling aku suka. Ntar tinggal aku copy deh! hantam kromo... tanpa tata tertib permakluman dan bumbu rayu. Wkwkwkwkw......, Dalem ati. Ini tipe manusia pingin beres. Gak paham proses garap. Apalagi mau peduli payudara-asma ( alias : tetek-bengek) tingkat tehnik dan kesulitan garap. Saya bikin sketch... dia minta porsi realis plus gratis. Yayaya....,  


Sejati-nya itulah curcol
Nikmati sajian gambarnya... bukan curhat alai-nya :)


rekan demen gowes...

another style.. same character

Iswara Dewa, sobat di FB

tax... driving licence & cowboy senior, 3ple corruptor

Luthfi Hasan Ishaq

Minggu, 25 Agustus 2013

riset oyster....

Prakata Biota :
at a glance... lokal teritip
populasi dan habitat identik. sejawat kerang mutiara.
    
kuliner khas...
saji mentah, kandungan afrodisiak... pangsa dan resto dominan,

kutat Ekosistem bakau....
wisata marina. pengenalan biota lain.
kans wisata tambahan

Rabu, 21 Agustus 2013

ada Kerang dibalik batu

pembesaran abalone di hatchery - Sekotong
Bla-bla-bla....,ini tentang gauli hewan laut. Terhitung ada setahun ini terjalani. Sebenarnya masih rangkaian dari agenda kunjung awal survey perihal kerang. Tahun lalu 2012 di bulan Juli. Memenuhi hajat rekan mengunjungi balai LoKa Budidaya hasil Perikanan Laut di wilayah Sekotong - Lombok Barat. Biota laut yang dimaksud ternyata Abalone, a.k.a kerang mata tujuh. Disamping juga ada 1 kerang jenis lain, kerang bakau. Ntar, akan saya bahas di artikel terpisah.

Sekilas tentang abalone. Seperti biasa, uraian gak terlalu scientifik :) Masuk dalam kelompok Moluska. Bercangkang cuma sebelah, 1 sisi. Bukan 2 bilah cangkang seperti hal-nya kerang kelompok bivalva. Kontruksi cangkang seperti itu membuat Abalone bersifat dinamis... as slow-mover. Mirip tabiat siput umum-nya. Bisa bergerak... berpindah tempat dibatasan wilayah teritori identik mukim-nya. Jadi, tidak seperti bivalva yang kebanyakan tipe statis. Bivalva kebanyakan tipe diam. Nyusup pasir atau mendompleng di media tumbuh yang dia tempeli. Sejak siklus, pola hidup-nya dimulai periodik masa larva yang terbawa arus. Berkelana terserah arah arus. Hingga menemui substrate, media hinggap . Atau ber-akhir nasib jadi santapan para ikan. Siklus hidup ala zoo-planktonic. Kutip sadur dan inovasi aransemen deskripsi berasal dari kamus Wikipedia.


abalone muda ukuran secuil upil... :) wadah Hatchery
Juvenile (larva muda) abalone juga terpola siklus daur hidup yang sama. Terjadi proses aseksual. Enyak-babe mereka gak coitus sistim kontak langsung. Senggama pisah...manual dewek-dewek! Melepaskan sel telur dan sperma di luar tubuh. Tercampur di kolom air. Terjadi proses pembuahan. Selanjutnya melanjutkan tahapan hidup berikutnya. Di habitat alam, juvenil nempel media apapun sebagai sarang hinggap. Pakan favorit adalah algae. Selain itu secara spesifik abalone punya kemampuan mimikri, alias penyamaran. Hidayah sepadan lah!... karena tipe penggerak pelan. Mirip bekicot gitu. Survive cara hindar gak mungkin nyingkir jauh... tapi mengandalkan rupa cangkang yang terpoles lumut laut atau padani rupa ganggang. Bersimbion mutualism dengan khas teritori. Secara visual saat kita diving, abalone susah dideteksi cepat. Kecuali terlihat dia lagi bergerak. Slow motion, hanya secara kebetulan terpantau. Saat kita tekun observasi biota benthic. Tipe mahluk dasaran.

Juluk lain, orang bule namai ear-shell. Kerang kuping karena serupa bentuk. Bener juga sih.., tapi justru istilah ini bikin saya geli. Saya anggap inilah kerang tipe pesolek akut. Gimana tidak, si "kuping" ini telah ter-modifikasi nyeleneh. Dilengkapi plong 'tindik' sebanyak 7 biji. Hahaha..., janggal banget klo di translate basa indo kog jadi kerang mata tujuh. Mestinya secara english harus di ubah. Biar keren... "the Seven pierced Ear-Shell".. trus di alih bahasa jadi Kerang tindik Tujuh. Kog bisa jadi mata 7/ seven eyes?
Hehehe... padahal abalone punya perangkat dwi-netra sebagai alat penglihatan lazim. Beda dengan kerang tipe bivalva yang hanya mengandalkan sensor gerak. Direspon secara stimulan pencitraan obyek yang di eja dan diterjemahan mandiri.
Inisial yang simpel lagi. Versi indonesia belahan timur... kerap di lontar ucap para nelayan bajo. aka Kerang Balik Batu. Yah sesuai juga! Sebab secara habitat abalone suka nempel di balik gumpalan karang. Tabiat doyan sembunyi. Entah apa karena mereka sensitif terhadap over bias cahaya terang. Sehingga harus ngumpet. Jika gitu alasannya, abalone termasuk kategori nocturnal. Hewani aktif di malam hari. Hidden-stoney Shell.. , liat! betapa ngawur dan berantakan-nya jika ada translate antar bahasa sak enak puser yang bikin. Batu yang dimaksud awam kita adalah karang... bagi bule adalah hewan. Bersimbiosis menghasilkan zat kapur sebagai bahan baku utama pembentuk struktur tubuh, ber-aneka bentuk di ekosistem terumbu. Mana-mana mau dah... yang penting mudeng!
Tapi boleh juga kog. kelak, inovasi peribahasa khas bilang jika memaknai orang punya maksud tertentu atawa niat selubung. boleh ganti... DULU : ada udang dibalik batu. KINI : ada kerang di balik batu.. :) 

Pangsa konsumen 
Penyuka kuliner favorit sapa lagi kalo gak China, Jepang, Taiwan dan Korea. Ada berbagai macam sajian menu. Tapi konon tetap nikmat disantap mentah, ala sashimi jepun dengan colet pasta wasabi. Bahkan cukup di telan setelah di kecrut-in iris jeruk nipis. Penetral sengat bau amis. Ada informasi menu abalon termasuk kuliner eksotis. Menyamai sup sirip hiu dan seduh sup sarang burung walet. Mahal katanya....
Pantauan yang pernah dulu saya liput ala kadar. Bahwa memang ada permintaan dari pihak pengepul. Nelayan mencari demi tambahan sulam rupiah. Per-kilo sekian... sekian. Tapi rasa-nya gak juga menyamai harga sirip hiu. Apalagi harga sarang walet. Relatif mungkin... harga tinggi juga dijual lanjut pada eksportir. Sama halnya ketika kulit abalon pernah di order khusus sebagai bahan kerajinan. Sempat saya melihat rekan yang punya bisnis abalon, terima tanpa cangkang. Alias daging doang...., tapi kondisi kering. Artinya dalam kondisi gak fresh-pun tetap ada penampung. Apa khasiat-nya belum juga saya pernah tau.

Daging laku. Cangkang-pun juga digemari. Para shell kolektor juga menyukai abalon karena pola warna-warni yang ada di balik sisi dalam cangkang. Beberapa kerajinan mozaic yang memakai bahan kulit abalon juga bermunculan. Terutama di kawasan wisata basis pesisir. beda dengan tone warna kerang mutiara. Abalon corak warna lebih dominan hijau-biru dengan efek pantul ber-spektrum. Hanya harga per-kilo cangkang abalon lebih mahal dibanding kulit kerang mutiara. Sekalipun ke-dua biota sudah mampu untuk dibudidaya dengan pola intensif. Dulu kulit mutiara seperti gak digubris. Karena tujuan utama budidaya kerang mutiara adalah menghasilkan perhiasan butir mutiara. Menyisipkan nukleus padat bulat, sehingga sejalan waktu akan menghasilkan mutiara super. Bulat sempurna dan berat 3 gram keatas menjadi stok pangsa ekspor. Daging dan kulit jadi residu gak bernilai. Daging di ganyang karyawan silahkan... Kulit di tumpuk berantakan.

Tengok juga industri horologi, perarlojian dunia. Dikuasai 2 negara besar Swiss dan Jepang. Ada karya arloji pada dial  memanfaatkan kulit cangkang kerang. Istilah yang umum disebut "mother of pearl". Hanya belum ketahuan persis-nya yang dipakai jenis kerang mana. Apakah kerang mutiara tipe bivalva? atau ada jenis lain. Perihal oyster, bahkan nama besar produsen Rolex mengeluarkan seri spesies khusus, Rolex Oyster. Andil apresiasi biota terkait, barangkali.



Balai benih Loka-Budidaya Sekotong, termasuk instansi  sukses mengembangkan riset dan regenerasi abalon. Artinya bagi masyarakat, ada alternatif meniru dan jiplak tehnologi yang sama. Tidak lagi memungut hasil dengan cara menggantungkan pada alam saja. Saling kejar target rekrut berlebihan dengan tanpa di imbangi upaya pelestarian terhadap biota yang berkembang sangat lamban.
Membuka peluang usaha baru. Demi meningkatkan taraf hidup komunal pesisir. Mau sebagai pemilik usaha, joint venture. Atau-pun memberi lahan opsi pekerjaan bagi warga dengan beda konsentrasi usaha. Atau memang mau fokus geluti usaha.
Relevansi dari kunjungan awal ini berlanjut dengan kunjungan khusus pemilik restoran Jepang yang ada di Bali. MoU digadang-gadang sedang disepakati 2 belah pihak. Jadi, bagi instansi tidak saja mampu meriset dan sukses me-reproduksi abalon. Namun membuka peluang kerjasama bisnis efektif. Yang menjadi poin menarik dari si investor Jepang. Balai LoKa Budidaya Sekotong telah mampu melahirkan paritas abalon jenis baru. Hasil persilangan antar 2 spesies. Bravo....  semoga tidak terhenti sampai disitu saja.   



Dokumentasi foto dari beda size abalon yang ada di balai Benih Sekotong.

size 6mm

size 25mm

size 40mm populasi padat

size 50mm

size 70mm... mature abalon

abalon ter-unik...narsis genit, seolah bilang... aku mirip apa hayo???


 

Senin, 19 Agustus 2013

apa kata nurani...

 Bait satu :

and if I still left in yours....
call me out from the rest of memories
art of missing... as a part of blessing

** rasa kehilangan sebagai bagian rindu yang diberkati.
if U don't mind.... never mind.


 

Bait dua :

ada-mu partikel hawa... menguap janji fana
derai hujan yang menggantung kelam mendung.
melankoli simbolis.. kadar paruh hati.

dan 2 ada(m)-mu
wujud buncah kutub kalut
berbilik acak.. huruf-angka.
labirin statistik!!!
perani Angin...titip hantaran Ingin.

pada mana berpaling....
tentang rapuh-nya hati abadi....,




Bait tiga : 

Iya-yah!
aku memang pernah singgah barang jenak
nangkring simpang muara... menemani alih senja-mu
berkicau parau ala KingFisher
Ketuk dinding hati bak Caladi
Bahkan sempat acuhkan jelma harap
'tidak beranjak pola Merak'

Hadir ajak kamu bermain
ukir jejak keriangan, lintas jatah kwartal musim
lalu terbang... demi misi migrasi

Tanpa kesan pisah
santun tandang nagari... puan-puan jiran
Kelak taut titik temu
di tapal batas , serambi Furqan. 




Bait empat :

mesti-nya, kamu tiba dengan gembira....
bukan tergopoh, bopong sekeranjang penuh kekesalan akut.
over-load... gejala Obesitas stadium lanjut.
kenyang wejangan... kuping bengkak, radang advis.
masuk telinga kiri... keluar bisul, pantat kanan.
Masih saja kamu bertahan.

Bahkan acap,
ajak aku pilah fenomena.
bahwa ini semacam paket Cinta..

kamu unjuk ..., siap-saji.
show-off... heharum kasturi
dibumbui parfum asmara...
dimantrai senda gurau rasa..
menyentuh paras tubuh, 

tapi...,
tidak melibatkan peran hati



dan jika aku tak geming
knapa harus ambil hati
Linglungkan diri... 

larut pada kalut kreasi sendiri
di kurun dasawarsa akhir.. 

  

Senin, 12 Agustus 2013

B/W of me



Ini foto dokumentasi kisar tahun 2008. Draft artikel heng. Belum rampung. Tanpa ba-bi-bu... gak ada cantum pokok pikiran dan penjelas. Seperti ulah belakangan klo ada ide lewat datang. Gak sempat lama cengkrama display laptop. Kiat-nya, saya imbuh catatan kecil, selain Judul utama. Biar ntar nyambung amunisi opini yang mau disiap-saji. Menu buah pikir.
Entah mau paparkan kisah apa. Nyantol saja di list draft bareng gelintir cikal-bakal artikel lain.
B/W of me...hem, sekilas mungkin ungkapan tabir kehidupan hitam-putih yang saya lalui. Coba runut jejak :) Lembar olahan hidup. Kiprah di hampar bumi duniawi. Bait paragraf... jilid pustaka hidup. Baik telaah individu atawa dalam peri kehidupan keluarga. Dan sosialita lain. Kali ke-2 di titipi amanat bocah laki. Inisial Fathir Ahnaf. 
Bergulir waktu di taon 2013. Gak nyana sudah masuk 5 tahun. Masuk TK. Bahkan sudah di-ikuti kehadiran 2 adiknya. Kwartet junior. Selang-seling cowok dan cewek. Berarti saya jama'ah setia program pemerintah. Akseptor KaBe. 2 pasang anak cukup. Sebagai hal lain yang patut saya syukuri. Peran ortu... silabus sandang titel ayah. How's a life comes with variant attributes. Betapa ringkas waktu... Betapa rugi bandar, jika tidak dimanfaatkan se-optimal mungkin. Tang-tung.. tang-tung...tang-tung.... ber-kiblat preambule wal-Asri.

Berselisih hitungan hari dan bulan di 2013. Hasrat dadak raib. Serambi gala-aksi jadi minim konten. Gak berdaya publikasi sama-sekali. Ogah-ogahan nulis. Malas pangkat kuadrat! Kentara banget di deret annual daftar arsip. Dapat saingan update status instan. Postingan lugas di wadah facebook. Cukup bubuhi kalimat penjelas pendek. Pajang foto tunggal, atau beruntun format album. Tanpa perlu mengembangkan jadi plot kronologi cerita. Padahal sisi lain, justru itu kans kebiri abilitas lebih intens melatih olah kata. Asah dan permak gaya tulisan. Baur frase dan prokem.

Mendandani kata-kata.... teringat cuplik singkat. Quatation seorang rekan, jabatan penulis akut. Weeeiiiits........., Padahal aseli-nya nyerocos. Tapi dibantu kinerja tarian jemari. Salurkan ampas benak. Ngeden... bak tarikan gas penuh. Sampek keluar otot biru di pelipis. Eh, keluar-nya segitu-gitu aja. Kurang nutrisi dan asupan vitamin bahan kaji. Minus rujukan wacana pembeda. Logika mampet.... fantasi ngadat. Fluktuasi lumrah lah!