Tampilkan postingan dengan label vlog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vlog. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2020

Outingclass TK Barunawati di Repuk Japri Farm (episode#50) || Parenting





Mendampingi krucil,
Liputan kalil ini berupa kegiatan sekolah mengunjungi lahan pertanian di tengah kota Mataram. Repuk Japri farm, "Repuk" dalam bahasa sasak adalah penyebutan untuk dangau (bilik kecil) berada ditengah kebun/persawahan. Tempat lepas penat usai berakivitas cocok tanam. Pemiliknya bernama pak Japri. Bagi kalangan supplier sayur/buah lebih akrab dengan inisial "JEFF" (plesetan Japri jadi Jeffri). Nama yang disematkan oleh rekan pekerja lapangan dinas pertanian, Tenaga Pendamping petani.
Dan tentu saja, kegiatan ini menyenangkan selain lahan edukasi dan tematik argo-wisata yang patut dikembangkan sejak dini. Semoga ada hikmah pembelajaran yang bisa dipetik. Salam generasi hijau.

#outingclass #TKBarunawati #edukasilingkungan



ghiroh hijamah di tengah hijriah (episode#72) || Thibbun nabawi







Agak beda dari bulan hijriah sebelumnya, Rabiul awal seperti ada pengkhususan tersendiri. Terkait perayaan hari besar islam, maulid Nabi Muhammad SAW 1441 hijriah. Tumben, banyak yang minta di bekam di tengah bulan. Entah sebagai penyadaran atas momentum tersendiri dari sinergitas sunnah yang lebih nyunnah dari biasanya. Yang jelas faktanya saya tangani beberapa klien di bulan ini. Smoga menjadi ibrah tersendiri. Amiiin.

#hijamah #bekam #rabiulawal

Minggu, 08 Maret 2020

hujan...jamur dan materi konten vlog (episode#129) || serba-serbi







konsumsi jamur pisang....,

Bertepatan dengan saat musim hujan tiba, bisa jadi hal biasa, apalagi yang hidup diwilayah pinggiran. Apalagi bagi yang mampu beli. instan dapetnya.
Tapi jadi luar biasa bagi kam,i terlebih rumpun pisang dihalaman kami telah berumur 4 tahun. Sejak ditanam para pasukan krucil. dan tumben" jamur itu nongol dengan s3ndirinya. Mensyukuri hikmah...terlebih kandungan anti oksidan yang baik untuk kesehatan. Dan ini semacam korelasi dari nalar thib nabawi, memaknai hadirnya obat disekitar lahan sendiri. Tagline "jadikan makanan-mu sebgai obat". kurang-lebih seperti itu.

#jamurpisang #jadikanmakananmusebagaiobat #sayitwithbanana

Rabu, 19 Februari 2020

gak ada tupai...tikus-pun jadi (episode#122) ||







Berburu gak harus jauh...,

gak harus tupai...bisa disiasati pada target lain yang secara hirarki taksonomi masih dalam satu alur kerabatnya. Tikus!!!!! selain sebgai hama pengerat sejati...gak cuma di habitat liar perkebunan...rumah bahkan tetumbuhan buah yang ada di sekitar rumah. #GakTupaiTikuspunJadi ini lebih pada upaya komitmen kontrol populasi tupai di spot buru yang sudah lebih 1 tahun terakhir kami santroni. Mengalihkan lokasi lain...dan target merugikan lain.
Simak saja...mungkin ada pesan konservasi yang bisa kita sikapi bersama.
#skiphunting #basmihamasejati


Selasa, 11 Februari 2020

maen RCtoys gahar di runaway eks bandara Selaparang (eisode#84)





jangan lupa main...., sambilan ngevlog!!!!
Ada beberapa kali kesempatan nongkrong di eks Bandara Selaparang. Dari sekedar pantau...anjangsana, terutama biar gak lupa cara mengeja pagi. View paling menarik tepat saat pergantian gelap-terang. Sejuk...dan luar biasa lega...perasaan plog,

Sesekali bersepeda..., mengamati Apung tanah, sebagian dari penetapan post pengamatan burung. Dan kini, menyempatkan main RC car gahar. Hadiah terakhir buat Fathir...biar gak melempem saat peralihan usai imtihan, kelulusan ngaji. Minta itu...sekalian dipikirkan sebagai media bantu ngevlog...paling ndak bisa dipasangi actioncam untuk tujuan below framing porsi unik. Dan drone...mesti jadi wishlist berikutnya yang wajib dipertimbangkan sebagai sarana penyambung visualistik.
Hmmm....., harus istiqomah nabung lagi.

Minggu, 02 Februari 2020

praktek dasar bushcraft di alam terbuka & kompor tragia (episode#90) || ...





selagi ada kesempatan.....,

Awalnya tujuan kunjung wilayah Malimbu untuk mencari spot buru berdasarkan informasi rekan supplier beras, yang jadi langganan kami. Tapi tentu saja demi semata itu. Minimal ada pembelajaran dasar ilmu bushcraft yang bisa mulai dikenalkan pada 2 krucil. Kali ini 2 cewek yang ikutan. Meski blom total untuk kategori survival. Dan kompor tragia menjadi media pembelajaran.

Terkendala hujan, akhirnya kami balik arah. Mencari spot paling ideal dengan nuansa bushcraft yang terwakili. Dan masak ala-kadarnya berlangsung dengan gembira. Kelak, jika bekal dan kesiapan materi lebih mumuni, akan kami lakukan tahap lebih lanjut. Doain...dan dukung program kelas luaran ini bisa terwujud. Amiiin.



Senin, 20 Januari 2020

berburu&sedekah daging tupai (episode#103) || hunting





Didunia ini, semua diciptakan tidak dengan sia-sia....,
Maka begitu juga dalam penerapan aksi berburu. Sejauh mana kegiatan ini sudah berlangsung melalui lintas peradapan dan budaya. Tehnik berkembang sejalan tehnologi pendukungnya. Semua bangsa mempunyai tehnik dan ciri khas gaya berburu masing-masing. Dari tingkat masyarakat tradisional hingga modern.
Sejauh hewan itu layak dikonsumsi sesuai panduan syari. knapa Tupai? haram or halal? Pertanyaan ini seakan berulang sekian kalinya. Padahal klo runut kanal informasi maya, daging tupai dibilang status Mubah. artinya BOLEH. Disokong oleh beberapa madzab dan kitab-kitab yang membahasnya. juncto, tupai sendiri mestinya untuk wilayah sebaran umum di daerah Indonesia bakal umum, layak dan boleh dikonsumsi.
Masalahnya akan jadi runyam, saat tupai tidak ditemui di suatu daerah, Misal Lombok, yang merupakan batas dari garis khayal pembeda ciri khas jenis satwa indonesia bagian barat dan timur. Dan ketika sekonyong koder...ladalah! ada muncul tupai yang hadir di satu lingkar kawasan terbatas. Sebab faktor manusia yang membawa sebagai hewan peliharaan. Lalu dilepas dihabitat bebas. Berkembang pesat dan mulai menjadi momok hama lingkungan perkebunan kelapa milik warga.
Dan ini yang kami alami di Lombok, (CATAT : tapi hanya poligon luasan zona terbatas) sekitar kurun dasawarsa. Mulai warga bingung. Satu sisi terganggu...sisi lain bingung biota mamalia kecil ini mau diapakan? mau di makan...ntar kpentok status haram.

Balik ke kubu yang mengharamkan. Penjelasannya simpel. Dianggap haram karena tupai termasuk satwa liar dan ber-TARING. Ini yang saya dapatkan dari referensi internet. Nah semakin orang terheran..dan justifikasi akhir memang haram. Tanpa mau menengok dalil lain yang membolehkannya. Apalagi secara khasiat daging tupai punya efek baik untuk penyembuhan. Terutama pengembalian jaringan kulit yang mengalami luka terbuka, ataupun bekas sayatan paska operasi.

Nah, secara gelili apakah memang layak gigi utama tupai disebut TARING? layaknya taring sekelompok satwa predator, liar dan buas. Bisakah "taring" tupai disejajarkan taring harimau, beruang dan pemangsa lain???? Tentu saja mestinya TIDAK! Kelompok hewan predator besar tadi memang dianugrahi taring untuk fungsi senjata, demi bertarung dan memangsa hewan buruannya. Atau dikategorikan hewan CARNIVORA. Pemakan daging, jari kuku dan taringnya untuk mencakar, cabik, gigit kunyah secara harfiah. Meski juga bisa sebagai pendukung alat panjat, khusus beberapa tipe satwa punya tabiat doyan hidup di pepohonan. atau disebut Arboreal.
Tupai apakah biota buas???? karnivora??? dan layakkah gigi depan tongos-nya disebut TARING??? fakta beda bro!!! Tupai kelapa...diidentikkan kelapa ya berarti dia pemakan jenis buah, alias Herbivora. "Taring" alias gigi panjang depannya memang di desain untuk mereka mudah bolongi kulit buah tipe keras. Dari kelapa, durian...bahkan kenari. Meski di Indonesia sepertinya sangat jarang tupai melahap buah kenari.
Gigi khas ini tentu saja bisa fungsi senjata klo mereka berkelahi ataupun gigit jika terdesak. Dan itu reflek lumrah. Masih bisakah tupai disebut hewan buas???... konotasi liar, boleh saja! tapi buas jelas enggak! OKe...semoga clear sejauh ini.
Tupai juga berkuku, tapi itu untuk fungsi memanjat, karena mereka 100% tipikal kelompok arboreal. Kuku mereka tentu gak bisa disamakan dengan kuku pada kelompok aves predator semisal garuda, Rajawali dan elang (Raptor). yang mendukung sebagai alat cengkram untuk memburu dan mematikan.

Kembali pada tagline Ilahiah "Tidak ada yang diciptakan sia-sia...". Jadi mending jangan ributin lagi status halal/haram si tupai. Jika kalian gak suka cukup berhenti disana saja. Adapun yang bisa mengkonsumsinya, tentu sah saja. misal terkait dari aksi berburu, dan dagingnya gak disia-siakan. Lain kasus, untuk daerah dengan populasi tupai padat. Misal didaerah perkebunan sawit Sumatra. Momentum tertentu Perbakin, dengan sekelompok anggotanya turun melakukan aksi sosial, bukan genoside yah! tapi sebagai rangkaian kontrol populasi, untuk menurunkan jumlah melimpah dan dampaknya meresahkan hasil perkebunan, baik skala industri sawit dan perkebunan umum warga umum.
Hasilnya buruan tupai jadi begitu banyaaaaak. Entah daging segitu hendak dimanfaatkan apa? Di konsumsi sebagian? sisanya dimusnahkan? gak tau. Padahal untuk pemanfaatan fungsi herba tentu masih bisa. Di kerabat kami sendiri yang punya trah asal Kalimantan, Dulu, sering minta kiriman daging tupai dari kerabatnya. Sebab di Lombok gak ada tupai. Khusus dikonsumsi untuk penderita diabetes. Bukan untuk turunkan laju gula darahnya....namun untuk proses pengembalian luka akibat pembusukan jaringan kulit (gangren). Ada kalanya penderita bosan olahan goreng biasa... dan disiasati dalam bentuk olahan "abon" daging tupai. Bikin abon tentu gak mudah...faktor susut daging basah ke kering akan banyak butuh daging. kasus perburuan masal ala anggota Perbakin tadi mestinya bisa melirik sektor usaha ini. Jika ada pihak yang terinspirasi. Punya nilai ekonomis sekaligus aktif mengontrol fungsi ekologisnya.

Uraian ini semoga ada manfaatnya.
       

Senin, 25 November 2019

Wisuda santri TPQ al muhajir (episode#73)





cuma sekedar liputan sederhana dari kegiatan wisuda para santri TPQ. Sekaligus masih penasaran dengan ketentuan pihak otorita Youtube, masalah konten anak yang gak boleh asal unggah terkait peraturan di Amrik sono. Kasus eksploitasi anak, dan unggahan anak yang notabene konon artis. 
Sementara, tayangan ini tentu bukan prioritas target adalah anak-anak. Tapi lebih kepada jajaran orang tua, wali anak yang tergerak memilihkan wadah khusus sebagai pendidikan membaca Al-Quran.
Syiar islamiah.... tentunya itu yang melatarbelakangi video ini dibuat. Demi kemaslahatan dan menyebar energi manfaat.
"Jangan warisi bacaan yang salah, karena yang benar itu mudah". Canangkan selagi anak masih cukup dini, dampingi dan kuatkan hati-nya jika goyah. Amiiin.

Jazakumullah khairan.

Sabtu, 23 November 2019

memburu bajakah dibelantara kota (episode#39)









Kalian pernah dengar tentang bajakah? iya...itu-tuh...sekelompok vegetasi dari kelompok liana yang ternyata sejak viral sebagai obat mujarab penangkal kanker. Dilalah, bajakah jadi primadona yang dicari semua orang. Entah dari pasien/individu yang membutuhkan... dicari-cari demi kerabat yang lagi sakit, atau sejumlah oknum pedagang yang kambuh seperti jamur dimusim hujan, sejalan trending topik of Bajakah. 
Semua bisa saja punya alibi sendiri-sendiri. Dan vlog kali ini sekedar kupas-liput dari sekelompok vegetasi tersebut. Tonton jika memang ada manfaat sebagai ilmu pengetahuan...ataupun sekedar pengen tau. Saran dan kritik tentu saja dibutuhkan demi perbaikan mutu konten vlog ini kedepannya.


salam virtual 

mengolah tugas dialog bahasa Inggris menjadi komik / plus tutorial komik...





dapet tugas bikin komik terkait pelajaran di sekolah... apapun materi pelajaran yang kalian hadapi. Ini salah satu referensi yang mungkin bisa kalian ikuti. 

Moga bermanfaat. kritik dan saran, monggo leave it on my Youtube channel.


salam virtual

Selasa, 12 November 2019

bekam di bulan maulid (episode#67)





Selamat datang Rabiul awwal 1441 hijriah.....,
Memasuki bulan Maulid ada begitu banyak kegiatan. dan bagi kami yang tinggal di Lombok, Maulid adalah semacam perayaan special setelah momentum paska 7 hari hari Raya idul fitri, sama meriahnya dengan hari Raya Ketupat. Dan tentu saja akan ada kans menayangkan vari visual dengan kemasan vlogging kedepan nanti.

Seperti biasa, mendekati tengah bulan versi hijriah ada permintaan terapi dari para client. Untuk layanan bekam, atau hijamah. Bagi yang sudah berlangganan tetap, rata-rata mereka menginginkan momentum tengah bulan. yaitu di penanggalan hari-hari ganjil. Demi istiqomah memelihara anjuran sunnah. Dan sebagaimana vlog, tayangan ini membahas sekedar tematik ringan al-Hijamah. Bukan seluk-beluk detilnya. Namun yang bisa dipahami lebih ke versi universal. Singkat...padat dan mudah di mengerti,

Harapannya, tentu saja. Swmoga wacana audio-visual ini akan lebih mewakili secara gamblang. Dengan berlepas diri dari sengketa pro-kontra yang mengiringi. Maulid menjadi saat yang tepat untuk membina marwah. Sosialisasikan bekam.... merupakan syiar yang kudu diemban. Sesuai kapasitas kita masing-masing.


salam titik darah statis penghabisan


Senin, 11 November 2019

un_limited DIVER (episode#66)





halo...pengunjung blog gala-aksi,
Terhitung sejak 5 bulan lalu ditahun ini, 2019. Saya mulai aktif lagi ber-blog ria. Namun meningkat sedikit menjadi Vlogger (video blogger). Mengaktifkan akun youtube yang sebelumnya mangkrak dari tahun 2011. Hanya sekedar dimanfaatkan sebatas akun aktif komunikasi sesuai penyaluran wadahnya. Gak pernah sama sekali up-load postingan. 



Intinya, konten blog ini lebih dikemas pada perpaduan audio-visual dan tulisan secara integrasi di kanal youtube. Materi masih diangkat dari tematik keseharian dan kegiatan yang selama ini ditekuni dan dijalani. Dan semoga konten yang di unggah dapat menambah khazanah tersendiri. Baik manfaat maupun ada hikmah yang bisa kalian ambil.



Salam vlogging....,



Taufan Galaxy

referensi kanal youtube : https://www.youtube.com/channel/UCm8FotcvZ8_6Zuivm0J3Z7w?view_as=subscriber