Taon 1984.. jaman pilem pemberontakan G30S/PKI karya mendiang Arifin C. Noer itu dirilis. Jaman itu saya cuma ingat gimana kami (masa awal masuk SMP) di Malang libur masal demi nonton film ini. Nobar .. bayar tiket murah via panitia sekolah SMPN2 Malang ( Rp. 1000,-). Bioskop penuh... Alkisah, syahdan ini tontonan wajib sebagai penguat referensi visual dari mata pelajaran PSPB. Waku itu...kala itu...btoro kolo.. kolo menjing!
Kamis, 14 Desember 2017
PENSIL & atribut pilem...,
Taon 1984.. jaman pilem pemberontakan G30S/PKI karya mendiang Arifin C. Noer itu dirilis. Jaman itu saya cuma ingat gimana kami (masa awal masuk SMP) di Malang libur masal demi nonton film ini. Nobar .. bayar tiket murah via panitia sekolah SMPN2 Malang ( Rp. 1000,-). Bioskop penuh... Alkisah, syahdan ini tontonan wajib sebagai penguat referensi visual dari mata pelajaran PSPB. Waku itu...kala itu...btoro kolo.. kolo menjing!
Senin, 17 Agustus 2009
OFF the RECORD....ON the REPORT
jhabljb nf/n /ng lkn/ mxdfnfkrntlg b
g kvg l g /k.hg4tfkarrtoihe4ri9o tjlj;qpk kgm
kjnglawlogjr bjar lvmn lfjoarn . dkv; m./dv
azjj l ngr n l/n /l aj/ll/ lkjfg ml/rgk ;n, r/l
lkg lkmnb g okrgj orhrrhrkgn '
,k alkj ;kj ;b'wp j p'fg lkjv' a
fm
'lk ;fkg; k; h,lllll .;; ; ;;lb
'l ;l
;
';
s;g
';
lo;'k 'kmzm, nl
gk slkgm
Jumat, 05 Juni 2009
profil sang kandidat

berwawasan nusantara..
mentalitas GARUDA.
doyan berburu...
Jangan kuatir lapar....
banyak stok santapan mangsa
siap saji... siap basmi.
Senin, 01 Juni 2009
Petani dan IT
pergeseran nilai-nilai... budaya terbarukan. serba-serbi kultural hengkang. Etos kerja menekankan pada konsep serba instan... praktis dan efisiensi. Sehingga berujung pada efek "global", menyama-ratakan sebuah tatanan yg silam terbangun dengan ciri tersendiri.
Saya pribadi tidak ingin kehilangan itu. Ciri khas... tipikal pembeda. Salahi kodrat... dari ungkapan paling mendasar "perbedaan itu anugrah". Ayo tepis bersama... Tatanan Dunia baru. Jangan latah.... Jangan terlena. Sigap dan mawas menyikapi sarana tehnologi terjalani.
berikut contoh kilas gambaran....
pola dan motif... dampak samping IT pada Petani negeri sendiri.
menjual konsep program wisata SIGHT-SEEing....
mampukah membuka penglihatan batin?
moga saja
Selasa, 19 Mei 2009
Like Father.. Like a SON
Kamis, 12 Maret 2009
catatan PINGGIR... kios pasar
Apa-lah arti sebuah NAMA…. Next version
Dibilangan sisip waktu kemarin-kemarin, saya sempat nimbrung di salah satu stan pasar Cakranegara. Stan ini merupakan ajang nimbrung para pebisnis arloji second. Baik status pedagang maupun pembeli. Upaya ini sekedar refresh minimalisir beban aktifitas monoton hadapi garapan plank. Terlalu suntuk bagi saya bila terpaku hadapi ajang bisu. kepingin balik realita hadapi mahluk hidup, beragam bentuk.
Sejurus kemudian,
Saya-pun terdampar dalam kios mungil milik Sama’an. Bercampur jajaran dan gemelatung aneka onderdil motor. Sempit..minim tembus cahaya. Khas kios pasar. Persis didepan bertebaran kios lain penjaja barang bekas. Beberapa komunitas kami sebut wilayah ini “Gang”.
Kios milik Sama’an memang kini beralih fungsi jual onderdil motor. Namun tidak kehilangan fungsi “tetap” sebagai central purna jual arloji. Usaha yang sudah alih kemudi dua generasi. Sejak sang Bapak awali usaha era tahun 80-an. Berganti si anak yang mulai geluti usaha servis/retail arloji ditahun 91-an. Memang masih ada ampas papan nama kios dengan air-brush logo arloji. Hanya sudah terhalang pandang oleh tegakan rak, berisi tumpuk box varian lampu mika motor. Demikian rangkum pitutur dari pihak bersangkutan.
Gabung di jajaran orang pasar memang punya beda nuansa. Ada geliat ritual ekonomi dan cengkrama sahaja. Kilas jeda saya terbayang seniman bernama Kimpul. Pelukis yang kerap gauli dan menghiasi kanvas dengan tema warna pasar. Dedikasi hidup yang tak kenal redup dirana jual-beli ini.
Kembali muatan judul,
Dari bahasan ngalor-ngidul, selalu ada saja diwarnai arena celoteh gurau. Saat itu sesi sedang berlangsung garap si Sama’an. Satu pengunjung (penggemar arloji) beradu fluktuasi dialog gak nyambung. Lontar tanya “A” dijawab “B” oleh si Sama’an. Mengalir deras tanpa peduli interaktif mahluk lain. Seolah hendak bikin saya terhalau dari bi-alog. Sesi yang sengaja diciptakan untuk bikin pilon bin o’on. Dalam hal ini saya yang di-anggap sebagai oknum pendatang baru.
Tiba bahasan singgung nama….,
Si tamu olah nama Sama’an jadi plesetan “bareng-an”. Kian tercurah kalimat ledek, “Artinya kios ini bakal jadi milik bersama”... “rejeki toko ini hanya bisa jadi milik bersama” dst…dst…dsb….,
Berlagak serius, Sama’an menjawab responsif gaya ceramah. Sama’an ini asal kata SAMI’ atau SAMA’. Bermakna salah satu sifat Allah, Maha Mendengar. Seperti hal-nya rangkaian Asma’ul Husna yang lain. Ceracau-nya kian mengalir bangga.
Tibalah gilir saya buka katup bendahara celetuk lidah….,
“wah kalo gitu saya tahu nama lengkap-mu pasti Sami’Allahu liman hamidah”.
Senyum-lah Sama’an. Yang lain tergelak dengan ritmik rendah.
“tapi biasa-nya ada ketentuan beri nama anak bila pungut salah satu referensi Asma’ul husna. Biasa-nya harus disertai kata Abdul. Hamba Allah yang mempunyai sifat tertentu, harapan sesuai kriteria opsi”. Gak kurang tampang serius saya pasang.
Paras Sama’an kian terpoles cerah… mungkin tersanjung.
“bisa repot lho! Klo gak pake kata Abdul didepan kata sifat Allah – ntar kuwalat”
Forum seolah terhenti pada koma monolog…
Saya jejali lagi “maksud ortu mungkin baik, berharap kelak si anak mempunyai pendengaran yang baik, mendengar ucapan yang bagus – kalimat-kalimat berhidayah” ini sih seolah nasehat dibalik ceramah.
Wajah Sama’an kian pendar… forum hening.
“repotnya gini An, ntar bukan-nya dengar yang baik-baik, malah konotasi jadi mahluk “Tukang NgUPING”.
Forum senyap, Sama’an tersenyum kecut… mungkin tersandung!
Melihat gelagat garing suasana… saya-pun meledak tawa, dengan eja-an yang disempurnakan….,
Jreng!!! semua pihak kembali ceria dengan detak melankoli parody.
Hahaha..hehehe..hohoho..hihihi..huhuhu….,
Sabtu, 07 Februari 2009
sketch arloji....,

sebagian terhibur. ada juga yang tersinggung. Yah maklum fluktuasi jiwa manusia. kadang juga kalo gak sadar tabiat usil saya suka kambuh. semoga juga mereka bisa pahami tabiat saya ini.
Minggu, 01 Februari 2009
DI CARI..... WANTED!!!!!!!!!!!!!!!
Jumat, 12 Desember 2008
tembang .....TAIL-ING
Berikut ini ada sebuah karya gubahan dari lagu lama adopsi karya Gavin Sutherland 1972. Bercerita tentang seorang peng-ekor…lalu beranjak jadi komunitas peng-ekor…. Konotasi oknum pelaku dalam performa bahasa inggris disebut “as a Gerund”. Bersifat ke-benda-an, obyek pelaku pemuja materi… tabiat silau mencari ila dengan sanding-sandang kalimah La ilaha illAllah. Kerapuhan syahadat syirik…,
Afikasi -ING word…, dalam plesetan sufistik lebih njawani, layaknya alur tembang bait Macapat berpinutur kira-kira begini…..“ingkang kawula niat ingsun dumateng paranING Gusti”.
Sekedar panduan mudah, coba senandungkan lagu di bawah ini dengan sumbang merdu suara. That a voice of my choice! Cara mati mudah... dekati sang Kuasa…..
Tailing, by ROAD StayWET 2008
I am Tailing …I am Tailing
Home again… ‘cross the sea
I am Tailing …. Stormy water
To be near you… to be free
I am flying… I am flying
Like a bird ‘cross the sky
I am flying passing high clouds
To be near you… to be free
Can you hear me? Can you hear me?
Thru the dark night…far away
I am dying … forever trying…
To be with you… who can say.
We are Tailing… we are Tailing
Home again… ‘cross the sea
We are Tailing… stormy waters
To be near you… to be free
Oh LORD, to be near you…to be free
Oh LORD, to be near you…to be free
Oh LORD!
Kamis, 27 November 2008
ide segar....or ide jorok?
Menangkap ide lewat…..
Seorang teman di lingkup virtual pernah ajak saya untuk kian giat umbar ide dan opini. Semacam tindakan or gerakan “createTIPs”. Dengan alasan itu, dengan ringan tangan diberinya aku amunisi referensi menarik. Majalah Bajigur edisi awal…berparas e-zine, terlahir oleh komunitas kreatif Jogja. Kalimat Embel-2nya simple, majalah kreatif berbasis kerakyatan… juga klaim sebagai filosofis aksi “Cacing kreatif”. Gambaran aktifitas underground, kasat mata, tapi berperan penuh pada efek kesuburan tanah. Hasilnya adalah indikasi munculnya tunas yang beranjak kian tumbuh. Jabaran sederhana Industry kasat mata. Para hidden agent…
Masih terkait referensi, salah satu materi juga memuat artikel tentang komunitas Petakumpet Jogja. Relevansi temukan titik temu judul buku “Jualan Ide Segar”, tulisan M. Arief Budiman-salah seorang pendiri petakumpet. Kian bersemangat kecimpung hasrat diri.
Ada tips paling ringan…”tuangkan apapun ide yang datang…segila apapun wujudnya”. Jangan terkebiri segan..perasaan janggal. Biarkan jadi seperti ada-nya.. berpoles prosesi yang menyertai. Dari sekian banyak literature ungkapan itu paling sering di lontarkan para penggiat tema terkait.
Nah! Di bawah ini ada satu karya biasa, selagi olah materi untuk bahan stok etalase on-line milik pribadi. Lagi buntu utak-atik di photoshop… kog mendadak nyelonong muncul ide ber-karikata. Berkaca pada tips ringan tadi… saya sendiri gak paham dari mana ilham jahil-nya, pyar-jreeeng… bagai benderang bohlam. Was-wasil honnas… kata penggiat religi…bisa jadi.




