Kamis, 26 Maret 2020

Outingclass TK Barunawati di Repuk Japri Farm (episode#50) || Parenting





Mendampingi krucil,
Liputan kalil ini berupa kegiatan sekolah mengunjungi lahan pertanian di tengah kota Mataram. Repuk Japri farm, "Repuk" dalam bahasa sasak adalah penyebutan untuk dangau (bilik kecil) berada ditengah kebun/persawahan. Tempat lepas penat usai berakivitas cocok tanam. Pemiliknya bernama pak Japri. Bagi kalangan supplier sayur/buah lebih akrab dengan inisial "JEFF" (plesetan Japri jadi Jeffri). Nama yang disematkan oleh rekan pekerja lapangan dinas pertanian, Tenaga Pendamping petani.
Dan tentu saja, kegiatan ini menyenangkan selain lahan edukasi dan tematik argo-wisata yang patut dikembangkan sejak dini. Semoga ada hikmah pembelajaran yang bisa dipetik. Salam generasi hijau.

#outingclass #TKBarunawati #edukasilingkungan



ghiroh hijamah di tengah hijriah (episode#72) || Thibbun nabawi







Agak beda dari bulan hijriah sebelumnya, Rabiul awal seperti ada pengkhususan tersendiri. Terkait perayaan hari besar islam, maulid Nabi Muhammad SAW 1441 hijriah. Tumben, banyak yang minta di bekam di tengah bulan. Entah sebagai penyadaran atas momentum tersendiri dari sinergitas sunnah yang lebih nyunnah dari biasanya. Yang jelas faktanya saya tangani beberapa klien di bulan ini. Smoga menjadi ibrah tersendiri. Amiiin.

#hijamah #bekam #rabiulawal

hasta karya maket rumahan (episode#60) || serta-serbi





Kerajinan tangan...,
atau malah keranjingan tangan, gak bisa diem. Ujung"nya harus turun tangan sejak tugas kelompok Gingga cs ngadat. Daripada bikin maket baru mending melanjutkan proyek maket lama sejak 2017. Berupa prototipe rumah"an kayu terbuat dari ice stick. Tinggal merekayasa sesuai kebutuhan, pondasi triplek dan instalasi penerangan. Bingo, dan ramuan hasta karya kini lebih komplit dari biasanya.
Paling tidak tayangan ini bisa sebagai contoh saja, inspirasi tambahan barangkali. Seandainya kalian punya tugas yang sama. Selamat menuangkan ide" kreatif dan merealisasikan menjadi karya.

#hastakarya #maketrumah #prototipe

praktek Snorkeling&Diving di gili Tangkong (episode#54) || diving





Salam mitra selam,
video ini kelanjutan dari part 1 dari judul skin diving & diving introduction program, https://youtu.be/H3b8oxwM3h8 Merupakan program Pokdarwis sekotong Lombok Barat. Setelah paket teori, video kali ini meliput kegiatan praktek Perairan Terbuka di gili Tangkong. Satu dari beberapa gugus pulau kecil (gili) yang banyak tersebar di wilayah Sekotaong, Lombok barat.
Sekaligus video ini dibuat sebagai materi visual yang semoga bermanfaat bagi peserta, yang saat itu mungkin tidak bisa tersampaikan secara lengkap karena faktor pembagian grup. Atau faktor lain. Dan tentunya bisa jadi pembelajaran bagi semua yang mau/berniat pelajari rana olahraga air. Selamat menonton.

#snorkeling #diving #pokdarwis

diving & skin diving introduction program, part_1 (episode#53) || diving





Hallo buddy....,
Kali ini aksi-aksi cemplung terkait program pemberdayaan masyarakat pesisiran. di alur program dinas Pariwisata Lombok Barat, yaitu Pokdarwis wilayah Sekotong.
Kelas berlangsung di Wyndam Sundancer hotel, dan praktek dive dan snorkeling dilakukan di gili Tangkong. Sebagai catatan program ini merupakan non sertifikasi. Namun bersifat materi dasar pengenalan (Shortcut) bagi para guide/pekerja pramuwisata. Liat, simak dan saksikan....

#pokdarwis #snorkeling #diving

maulid 1441 Hijriah ala Kampung Melayu Tengah_jilid 1 (episode#67) || wa...





Dari tahun ke tahun,

menyambut perayaan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, adalah salah satu momen yang ditunggu. Secara umum warga kota Mataram dan seluruh pelosok pulau Lombok. Tak terkecuali ditempat kami warga Kampung Melayu, dimana akulturasi budaya dan etnis berbaur. Gak kalah meriah dengan acara menyambut perayaan kemerdekaan 17 Agustus. Tapi tentu dengan pengkhususan tersendiri terkait semangat bingkai religi. Dan semua ini dikemas oleh panitia remaja masjid Babussalam. Sebagai central kegiatan. Saksikan kemeriahan dan kesahajaan yang direfleksikan oleh anak-anak. Bahagia itu sederhana....,

#maulid1441hiriah #MaulidNabiMuhammadSAW #12Rabiulawal



kemeriahan maulid ala kamlay jilid_2 (episode#68)





menabuh rebana... mengguncang buana. Kira" seperti itulah puncak kemeriahan perayaan Maulid 1441 hijriah di tempat kami. Rutinitas tahunan ini akhirnya sukses diselenggarakan seperti tahun" terdahulu. Antusias warga berbaur. Dan ini merupakan kelanjutan dari vlog seminggu sebelumnya. https://youtu.be/UMOjM0VGbDA

Ikuti alur kisah audio-visual yang disajikan. Salam persahabatan dan semangat syiar dan jalinan simpul ukhuwah.



#maulid1441hijriah #maulid2019 #kampungmelayuAmpenan

ngetrip ke gili Goleng (episode#71)





my trip...another skip,
anjangsana ke gili Goleng, ini bukan terkait program vakansi. Namun memenuhi undangan dari komunitas POKDARWIS (kelompok sadar wisata) desa Batu Putih, yang merupakan salah satu dari naungan komunitas sama di wilayah Sekotong, kabupaten Lombok Barat. Baru sebulan lalu kami terlibat dalam kegiatan pelatihan peningkatan skill pemandu, Diving & Snorkeling. Klo ada hasrat "kepo".... silak ditonton saja.



#giliGoleng #pariwisata #pokdarwisbatuPutih

tandang ke markas manyar (episode#80) || bird watching







Lama gak kunjung ke spot Manyar,
hampir selang 5 bulan sejak liputan terakhir kali. https://youtu.be/0C3Th6NLHew, Dan kesempatan ini kami manfaatkan lagi sekedar jenguk sebentar. Jalan sore...sambil rekreasi dipinggiran kota. Seperti biasa capture blom maksimal, terhambat piranti. Mudahan kelak bisa terbekali lebih mumpuni secara fungsi zoom.

#burungmanyar #tempua #pengamatanburung #parentingITUpenting

ngetrip misi kuliner (episode#79)





Seperti biasa,
trip jalur Mataram-praya via jalur BIL adalah rute utama dalam misi hantaran stok bahan pakan untuk kepentingan bisnis supply ke ACS. Aerofood Catering System. Perusahaan suplai makanan siap saji untuk kuliner maskapai Garuda Indonesia.


Mumpung kesana sekalian pulang muter jalur kota Praya tengah via Batujai sekedar niat beli nasi inaq Esun di desa Puyung. Dan sembari bikin vlog, misi yang tertunda sejak lama. Selebihnya ikuti otobiografi visual singkatnya.

Ini semata trip singkat bagian dari jelajah aspal di Lombok.


#nasibalappuyung #nasiinaqEsun #kulinerkhaslombok

petik buah di pekarangan (episode#78)





Buah sebagai anti oksidan....,
aktivasi sederhana di sekitar pekarangan rumah. Mungkin ada banyak dari kita yang tidak menyadari soal peluang khasiat penyembuh (herba). Terlebih jika dikaitkan dengan hadist "Allah turunkan penyakit sekaligus menciptakan penawarnya/obat" Dan sebagai muslim kita dianjurkan untuk cerdas memaknai itu. Bagi kalangan terapis yang terhimpun dalam wadah Thibbun Nabawi. Hal ini sudah dimaknai lumrah, jika hadist itu adalah sinyalemen bagi kita untuk lebih mawas memaknai peluang penyembuh ada "dekat" sekitar kita, saat mengalami ujian sakit. Dan tentu tidak lepas dari ihwal ikhtiar untuk sembuh. Buah sebagai anti oksidan, sudah lama digaungkan. Dalam soal kecil, seperti membiasakan makan buah terlebih dahulu sebelum menu santap utama. Yang secara penelitian bisa mengaktivasi zat tertentu pada saliva (air ludah) untuk membentuk enzim khusus persiapan kinerja lambung sebagai organ pencerna, menerima makanan porsi berat.
Buah yang mateng sempurna..berproses gradasi alami. Bukan melalui tahap pemasakan instan dengan bahan kimia berbahaya.


Dan tentu ini sekedar imbauan untuk kita tetap waspada menjaga fisik kita terhadap kans sakit yang tidak kita inginkan. Buah dalam tanda petik mestinya sarat dengan kandungan "manfaat". Justru terbalik jadi mudarat akibat efek siasat niaga untuk cepat peroleh keuntungan, (di kalangan lapak penjual tertentu di pasaran umum). Kalo-pun tidak menanam...belilah buah yang penuhi kriteria baik. Lokalan kita...khas negri Nusantara. Muncul sesuai alih musim terkait kodrat-Nya. Jangan apriori terhadap buah" yang selama ini dianggap minor, semisal Juwet, Langsep, Kesemek. bahkan ciplukan sekalipun.
Terlebih tipe" endemik khas kawasan tertentu. Bisa jadi itu malah efektif tangani biang penyakit yang di mewabah di kawasan itu.

#antioksidan #ayomakanbuah #manfaatbuah

Berburu yang terburu-terburu (episode#94) || jalan-jalan







hunt in hurry....,
like I ever said it's not going to be haunting. Bukan sesuatu yang mengesalkan, selagi masih banyak aksi lain yang bisa dilakukan. Dan ini soal jelajah seputaran aspal Lombok. Melipir pinggir... dihabitat alami. Niat bilas penasaran yang blom tuntas...tapi ada saja alpa, artinya bbrp kurun waktu kedepan musti ada jatah porsi kunjung lagi.


Let see.....,
Meski survey lokasi bisa dibilang gagal. Tapi tentu saja bisa ada kegiatan lain yang bisa dilakukan. When your mission failed..let sub-mission will. Kira-kira gitu..., toh ada bekal kecil dan bisa menghabiskan sedikit luang di antara gemericik alur sungai.


#lombok #tragia #outdoor

Rabu, 25 Maret 2020

Mataram City tour dan pitstop musholla Olivia (episode#93) || jalan-jalan





Sesekali...,
ada waktunya turun #guiding, sambil nostalgia dengan kegiatan lama. Kebetulan ada rekan datang dari Malang. Butuh transport untuk aktivitas mobiling pakansi mandiri. Bingo! jalan malam... motovlog, Ini bukan rutinitas...tapi tetap bisa dilakukan dengan senang hati. Bahagia...soalnya ada kans bikin materi vlog yang berbeda sejalan gulir waktu. Simak jika senggang dan kenan...,
Salam vlogging sehat!




#localguide #landtour #citytour #lombok

diklat Ar rayyan... kaderisasi terapis Thibbun Nabawi (episode#113) || t...





Mission complete....,
akhirnya tuntas 3 hari liputan di lembaga penyelenggara kursus LP2TA, markas Ar-rayyan Tinggar. Selain meringankan tugas sosialisasi rana IT, juga berkesempatan mengulas dan refresh teori dasar materi. Juncto berkenalan dengan kawula dan energi baru.Tetap semangat menjalani misi dakwah...dan selamat mengisi celah ruang di masyarakat dengan emban peran pembaharu. salam kunyit.. tunjukkan jarimu!!!


#kursusbekam #thibbunnabawi #LP2TA

Cerita ujung Muara (episode#107) || jalan-jalan





Kini beralih survey ke zona muara Meninting utara, dusun Kongok. Gak harus terbebani soal target buru. menariknya ada momen para nelayan tongkol baru pulang dari melaut. Dan misi liputan dadakan terjalani. Reportase ala gala-aksi.
#nelayantongkol #MuaraMeninting #pesisir




NB :

sejak upload postingan vlog hingga akhir Maret ini. Kondisi tangkapan tongkol semakin hari kian menanjak. Hampir setiap hari setiap rata-rata nelayan pulang membawa hasil melimpah. Ini suatu karunia yang patut disyukuri. Klo pun ada jeda hanya 2-3 hari...., Tapi selanjutnya berlanjut lagi. Efeknya tentu saja pada harga yang menurun. Jika sebelumnya 1 ikatan dipasar terdiri 5 ekor bisa mencapai harga 2.000,- / 2.500,- per-ekornya. Kini makin turun..., dengan jual variatif. Ukuran sedang bisa mencapai harga 1000,- per/ekornya.
Dan yang paling fantastif, jika beli langsung di sampan, saat nelayan pulang melaut bisa cuma 500 rupiah per-ekor. Ini menurut rekan pengepul atau beberapa tetangga yang ingin cari tongkol kondisi terbaru. Tinggal menyempatkan diri untuk merapat ke garis pesisir Pondok prasi dan sekitarnya.
Gak bisa bayangkan berapa ongkos operasional dengan hasil tangkapannya. Meski ada 1 kondisi yang dianggap menguntungkan. Info lokasi tangkap ternyata tidak terlalu jauh ke tengah selat Lombok. Masih sekian 3/4 kilometer dari pinggiran Lombok. Dan situasi ini dianggap suatu hidayah tersendiri bagi semua Nelayan.

survey spot berburu dengan si bungsu (episode#110) || jalan-jalan









Tadinya, aksi jelajah ringkas hendak dilakukan saya sendiri. Ternyata si bungsu Attar mau ikutan. Dan terangkailah acara dadakan...motovlog, praktek dasar bushcraft, survey lokasi buru dan silaturahmi yang gak sengaja dengan orang lokal yang selama ini kami cari.
ikutin saja alur tayang ini



#outdoor #jelajahlombok #kelasluaran #jelajahaspal #kelasLuarGalaAksi #eco-education

nyanggong...backsound pikat VS ceramah ustad Zainuddin MZ (episode#127) ...







Ini bukan kali pertama....,
lika-liku berburu di spot hunting sepanjang DAS Meninting selalu ada kisah unik. Berhubung masih dekat pemukiman yang notabene kategori wilayah pinggiran luar kota Mataram. Spot ini mudah dijangkau bagi kalangan pemburu kategori "urban". Pikat burung dengan suara MP3 player berbaur suar masjid disekitarnya. Dari sekedar lagu kasidah momen pembangunan masjid...pengumuman berita kematian warga, lagu penyemangat kerja bakti kampung dihari libur, hingga ceramah da'i kondang Zainuddin MZ. Macem-macem wis!!!! tapi ini justru jadi ciri khas yang gak terlupakan.

#huntingunik #backsoundpikatburung #ceramahustadZainuddinMZ

sosialisasi DIVE Introduction by ISTDA (episode#96) || Diving





Salam gerak air....,
Ini adalah konten video soal sosialisasi program pengenalan aktivitas selam #Diving, dimana saya dilibatkan untuk sekedar bantu bikin dokumentasi-nya. Penyelenggara adalah lembaga pendidikan terkait laut, bernama ISTDA (Internasional Scien-Tech Diving Association) bermarkas di Mataram-Lombok.

Bertajuk sederhana "ayo coba Scuba" program ini sengaja digelontorkan pada saat liburan anak sekolah. Di aplikasikan semacam try-out dengan cost ringan menyesuaikan kadar saku pelajar dan bahkan umum. Dan terkemaslah vlog sederhana ini. Disamping tentu saja, biar ilmu yang pernah saya enyam ini juga bisa dibagikan. Belajar dan belajar lagi.

Waspada dira anuraga,

Minggu, 08 Maret 2020

hujan...jamur dan materi konten vlog (episode#129) || serba-serbi







konsumsi jamur pisang....,

Bertepatan dengan saat musim hujan tiba, bisa jadi hal biasa, apalagi yang hidup diwilayah pinggiran. Apalagi bagi yang mampu beli. instan dapetnya.
Tapi jadi luar biasa bagi kam,i terlebih rumpun pisang dihalaman kami telah berumur 4 tahun. Sejak ditanam para pasukan krucil. dan tumben" jamur itu nongol dengan s3ndirinya. Mensyukuri hikmah...terlebih kandungan anti oksidan yang baik untuk kesehatan. Dan ini semacam korelasi dari nalar thib nabawi, memaknai hadirnya obat disekitar lahan sendiri. Tagline "jadikan makanan-mu sebgai obat". kurang-lebih seperti itu.

#jamurpisang #jadikanmakananmusebagaiobat #sayitwithbanana

Rabu, 04 Maret 2020

belajar masak ala TK Barunawati & sosialisasi Tragia (episode#91)





sosialisasi tungku?
Eh, ini semacam misi Komporisasi di TK Barunawati. Agak ketar-ketir mosting visual terkait unsur anak, terkait aturan internal Youtube, COPPA (Children's Online Privacy Protection Act). Padahal liputan ini dibuat terkait murni soal dunia pendidikan... Keterlibatan orang tua (parenting) di aktivitas sekolah. Dan tentu saja bisa jadi dokumentasi atawa Curriculum Vitae pihak sekolah, juncto laporan perkembangan versi digital ke dinas Pendidikan (DepdikBud). Sejauhmana pihak sekolah mampu berinteraksi dan mengembangkan misi pendidikan dengan keterlibatan para orang tua memberi sumbangsih ilmu dan pengalaman untuk anak-anak.Biar ortu lain tergerak berbagi ide sejenis. Share education is wonderful thing
Dan imbas ambigu, anggap se-olah ini tindak ngompor-ngompori parai konten kreator lain untuk tetap istiqomah....don't judge by it's KOMPOR_table.
#outingclass #tragia #tungku

menjenguk Jangkuk (episode#120) || liputan Ampenan





Apa kabar kali Jangkuk????
sebagai salah satu sungai di kota kami, Mataram, sungai ini memiliki arti tersendiri bagi warga khas penghuni DAS. terlebih kami yang mukim sekitar muara. bagaimana normalisasi dilakukan.. hingga ada secuil kisah hilangnya "floating demplot of kangkung" di segmen antara 2 jembatan. Padahal pada masa 90'an...view ini menjadi andalan (sight seeing) para guide sektor pariwisata untuk mengenalkan salah satu komoditas ikonik pangan paling khas dimari, Saat melintas di ruas aspal jembatan Ampenan. Siapa gak kenal pelecing Kangkung????



#kangkungLombok #AmpenanKotaTua #pemberdayaansungai

masak bihun...bahasa inggris dan editing video (episode#117) || parenting





menjalani aktivitas vlogging itu kadang membingungkan. Apakah wacana kudu 1 topik demi upaya meraih kans followers, liker or subscriber. Padahal pangsa komunitas maya itu sudah terbentuk dengan varian kanal identik dan tema-nya masing-masing. Lalu harus gimana??? menyesuaikan animo vlogging dengan situasi itu. Atau bebas saja sesuai dengan lahiriah kita sehari-hari? Saya pribadi pilih opsi ke-2..., sebagaimana dulu sejak aktif sebagai penggiat blogger dengan tajuk blog gala-aksi. Multi aksi...menekuni apa yang kita gemari dan tekuni di kegiatan rutinitas harian. 

Dan sekarang pun ketika geser dikit ke audio-visual di kanal youtube. Kreasi konten-nya masih seperti itu-itu juga. Alasan lain, lah dalam fakta-nya posisi saya menjalani multi peran. Gak lagi sebagai single fighter seperti masa yang sudah dilewati. Sesekali pekerja....lain waktu penghobi, sisi lain pingin liputan dengan ragam ketertarikan. Dan terpenting posisi sebagai orang tua dengan jajaran para krucil. Gak bisa dialihkan sebab peran itu harus bergulir sejalan apapun kegiatan lain. Sehingga sejak itu saya canangkan satu tagar #ParentingITUpenting. Mendampingi kegiatan bocah dengan segala konsekuensi kebersamaan-nya. Bisa jadi memang kudu mau jadi guru. Semacam aplikasi pendidikan di rana outing class...atawa edukasi non formal.



Jadi pesan moralnya... Jangan kagok dengan rumus standar tematik vlog! Jadi diri sendiri.... share hal yang positif dan bermanfaat bagi orang lain.      

Sabtu, 22 Februari 2020

kompilasi klip gala-aksi (episode#125) || serba-serbi





saya barangkali agak sedikit complicated dalam menyukai beberapa hal. dan ini semata faktor keriangan saja. gak lebih...gak kurang. seperti beberapa tayangan kompilasi vlogging yang disertakan dalam unggahan kali ini. Mewakili beberapa konten yang di rilis sejak geluti youtube, dari rentang akun bodong 2011.. lantas baru di isi 2019-an. jeda luar biasa kan. hehehe......,



"I am blogger to be Vlogger" 

Rabu, 19 Februari 2020

gak ada tupai...tikus-pun jadi (episode#122) ||







Berburu gak harus jauh...,

gak harus tupai...bisa disiasati pada target lain yang secara hirarki taksonomi masih dalam satu alur kerabatnya. Tikus!!!!! selain sebgai hama pengerat sejati...gak cuma di habitat liar perkebunan...rumah bahkan tetumbuhan buah yang ada di sekitar rumah. #GakTupaiTikuspunJadi ini lebih pada upaya komitmen kontrol populasi tupai di spot buru yang sudah lebih 1 tahun terakhir kami santroni. Mengalihkan lokasi lain...dan target merugikan lain.
Simak saja...mungkin ada pesan konservasi yang bisa kita sikapi bersama.
#skiphunting #basmihamasejati


Selasa, 11 Februari 2020

Mengamati prilaku BURUNG di pekarangan rumah (episode#83) || birding





Passer montanus, nama latin dari burung gereja. Dan ini cuma kegiatan rumahan. untuk mengukur sejauh mana aktivitas bird watching dapat dilakukan di sekitaran rumah. Alias klo lagi bosan pingin keluar tapi gak keturutan. Minimal bisa dijadikan silabus kelas luar bagi krucil dirumah.

Memanfaatkan piranti sederhana pendukung hunting. MP3 tinggal di-isi suara burung terkait. dan gak perlu lama...para erasia berdatangan dengan antusias. Dan kalian tentu saja bisa melakukan hal yang sama.. sekaligus modifikasi dengan antusiasme krucil dirumah. Doyan pelajaran ekology lingkungan.. atau membiarkan mereka ngendap digenangan dunia virtual yang mengenaskan secara kontak sosial secara fisik dengan orang lain. Duh..., betapa banyak PR sebagai ortu untuk pandai" mengarahkan kaum milenial memanfaatkan tehnologi informasi.

maen RCtoys gahar di runaway eks bandara Selaparang (eisode#84)





jangan lupa main...., sambilan ngevlog!!!!
Ada beberapa kali kesempatan nongkrong di eks Bandara Selaparang. Dari sekedar pantau...anjangsana, terutama biar gak lupa cara mengeja pagi. View paling menarik tepat saat pergantian gelap-terang. Sejuk...dan luar biasa lega...perasaan plog,

Sesekali bersepeda..., mengamati Apung tanah, sebagian dari penetapan post pengamatan burung. Dan kini, menyempatkan main RC car gahar. Hadiah terakhir buat Fathir...biar gak melempem saat peralihan usai imtihan, kelulusan ngaji. Minta itu...sekalian dipikirkan sebagai media bantu ngevlog...paling ndak bisa dipasangi actioncam untuk tujuan below framing porsi unik. Dan drone...mesti jadi wishlist berikutnya yang wajib dipertimbangkan sebagai sarana penyambung visualistik.
Hmmm....., harus istiqomah nabung lagi.

Minggu, 02 Februari 2020

praktek dasar bushcraft di alam terbuka & kompor tragia (episode#90) || ...





selagi ada kesempatan.....,

Awalnya tujuan kunjung wilayah Malimbu untuk mencari spot buru berdasarkan informasi rekan supplier beras, yang jadi langganan kami. Tapi tentu saja demi semata itu. Minimal ada pembelajaran dasar ilmu bushcraft yang bisa mulai dikenalkan pada 2 krucil. Kali ini 2 cewek yang ikutan. Meski blom total untuk kategori survival. Dan kompor tragia menjadi media pembelajaran.

Terkendala hujan, akhirnya kami balik arah. Mencari spot paling ideal dengan nuansa bushcraft yang terwakili. Dan masak ala-kadarnya berlangsung dengan gembira. Kelak, jika bekal dan kesiapan materi lebih mumuni, akan kami lakukan tahap lebih lanjut. Doain...dan dukung program kelas luaran ini bisa terwujud. Amiiin.



Senin, 20 Januari 2020

berburu&sedekah daging tupai (episode#103) || hunting





Didunia ini, semua diciptakan tidak dengan sia-sia....,
Maka begitu juga dalam penerapan aksi berburu. Sejauh mana kegiatan ini sudah berlangsung melalui lintas peradapan dan budaya. Tehnik berkembang sejalan tehnologi pendukungnya. Semua bangsa mempunyai tehnik dan ciri khas gaya berburu masing-masing. Dari tingkat masyarakat tradisional hingga modern.
Sejauh hewan itu layak dikonsumsi sesuai panduan syari. knapa Tupai? haram or halal? Pertanyaan ini seakan berulang sekian kalinya. Padahal klo runut kanal informasi maya, daging tupai dibilang status Mubah. artinya BOLEH. Disokong oleh beberapa madzab dan kitab-kitab yang membahasnya. juncto, tupai sendiri mestinya untuk wilayah sebaran umum di daerah Indonesia bakal umum, layak dan boleh dikonsumsi.
Masalahnya akan jadi runyam, saat tupai tidak ditemui di suatu daerah, Misal Lombok, yang merupakan batas dari garis khayal pembeda ciri khas jenis satwa indonesia bagian barat dan timur. Dan ketika sekonyong koder...ladalah! ada muncul tupai yang hadir di satu lingkar kawasan terbatas. Sebab faktor manusia yang membawa sebagai hewan peliharaan. Lalu dilepas dihabitat bebas. Berkembang pesat dan mulai menjadi momok hama lingkungan perkebunan kelapa milik warga.
Dan ini yang kami alami di Lombok, (CATAT : tapi hanya poligon luasan zona terbatas) sekitar kurun dasawarsa. Mulai warga bingung. Satu sisi terganggu...sisi lain bingung biota mamalia kecil ini mau diapakan? mau di makan...ntar kpentok status haram.

Balik ke kubu yang mengharamkan. Penjelasannya simpel. Dianggap haram karena tupai termasuk satwa liar dan ber-TARING. Ini yang saya dapatkan dari referensi internet. Nah semakin orang terheran..dan justifikasi akhir memang haram. Tanpa mau menengok dalil lain yang membolehkannya. Apalagi secara khasiat daging tupai punya efek baik untuk penyembuhan. Terutama pengembalian jaringan kulit yang mengalami luka terbuka, ataupun bekas sayatan paska operasi.

Nah, secara gelili apakah memang layak gigi utama tupai disebut TARING? layaknya taring sekelompok satwa predator, liar dan buas. Bisakah "taring" tupai disejajarkan taring harimau, beruang dan pemangsa lain???? Tentu saja mestinya TIDAK! Kelompok hewan predator besar tadi memang dianugrahi taring untuk fungsi senjata, demi bertarung dan memangsa hewan buruannya. Atau dikategorikan hewan CARNIVORA. Pemakan daging, jari kuku dan taringnya untuk mencakar, cabik, gigit kunyah secara harfiah. Meski juga bisa sebagai pendukung alat panjat, khusus beberapa tipe satwa punya tabiat doyan hidup di pepohonan. atau disebut Arboreal.
Tupai apakah biota buas???? karnivora??? dan layakkah gigi depan tongos-nya disebut TARING??? fakta beda bro!!! Tupai kelapa...diidentikkan kelapa ya berarti dia pemakan jenis buah, alias Herbivora. "Taring" alias gigi panjang depannya memang di desain untuk mereka mudah bolongi kulit buah tipe keras. Dari kelapa, durian...bahkan kenari. Meski di Indonesia sepertinya sangat jarang tupai melahap buah kenari.
Gigi khas ini tentu saja bisa fungsi senjata klo mereka berkelahi ataupun gigit jika terdesak. Dan itu reflek lumrah. Masih bisakah tupai disebut hewan buas???... konotasi liar, boleh saja! tapi buas jelas enggak! OKe...semoga clear sejauh ini.
Tupai juga berkuku, tapi itu untuk fungsi memanjat, karena mereka 100% tipikal kelompok arboreal. Kuku mereka tentu gak bisa disamakan dengan kuku pada kelompok aves predator semisal garuda, Rajawali dan elang (Raptor). yang mendukung sebagai alat cengkram untuk memburu dan mematikan.

Kembali pada tagline Ilahiah "Tidak ada yang diciptakan sia-sia...". Jadi mending jangan ributin lagi status halal/haram si tupai. Jika kalian gak suka cukup berhenti disana saja. Adapun yang bisa mengkonsumsinya, tentu sah saja. misal terkait dari aksi berburu, dan dagingnya gak disia-siakan. Lain kasus, untuk daerah dengan populasi tupai padat. Misal didaerah perkebunan sawit Sumatra. Momentum tertentu Perbakin, dengan sekelompok anggotanya turun melakukan aksi sosial, bukan genoside yah! tapi sebagai rangkaian kontrol populasi, untuk menurunkan jumlah melimpah dan dampaknya meresahkan hasil perkebunan, baik skala industri sawit dan perkebunan umum warga umum.
Hasilnya buruan tupai jadi begitu banyaaaaak. Entah daging segitu hendak dimanfaatkan apa? Di konsumsi sebagian? sisanya dimusnahkan? gak tau. Padahal untuk pemanfaatan fungsi herba tentu masih bisa. Di kerabat kami sendiri yang punya trah asal Kalimantan, Dulu, sering minta kiriman daging tupai dari kerabatnya. Sebab di Lombok gak ada tupai. Khusus dikonsumsi untuk penderita diabetes. Bukan untuk turunkan laju gula darahnya....namun untuk proses pengembalian luka akibat pembusukan jaringan kulit (gangren). Ada kalanya penderita bosan olahan goreng biasa... dan disiasati dalam bentuk olahan "abon" daging tupai. Bikin abon tentu gak mudah...faktor susut daging basah ke kering akan banyak butuh daging. kasus perburuan masal ala anggota Perbakin tadi mestinya bisa melirik sektor usaha ini. Jika ada pihak yang terinspirasi. Punya nilai ekonomis sekaligus aktif mengontrol fungsi ekologisnya.

Uraian ini semoga ada manfaatnya.