Senin, 13 Juli 2009

EJA gelagat gempa....,

Masih relevansi artikel pendahulu,
Kian mendekati tanggal 22 Juli. Semakin menumpuk rasa penasaran. Resah JUNI mendekati muara JULI. Benarkah nanti-nya akan ada peluang tsunami seperti yang sudah diramalkan. Paling tidak ada beberapa catatan dari pihak BMG. Serangkaian aksi gempa di beberapa daerah tanah air. Entahlah, apa ini bisa dijadikan langkah deteksi dini agar semua komunitas pesisir lebih waspada.
Berikut dibawah ini ada sekedar catatan yang saya ambil dari Tempointeraktif.com. Tentu-nya hanya sebagai ulasan bersahaja. Bukan referensi lengkap bagan dan timbun data statistik. Penghantar wacana dengan balut gelisah yang menyelimuti obsesi dan couriosim pribadi. Saya hanya berkaca dari pengalaman nimbrung bahasan seminar yang pernah saya ikuti. Bahwa sebelum bencana besar biasanya selalu diawali dengan pernik progresitas letup bencana kecil.

At least, fungsi saya sebagai Fasilitator Dalam strata kapasitas paliiiiing rendah, dalam Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Kemitraan tidak sekedar lembar sertifikat, bernasib penghias bendel arsip. Bisa jadi sesuatu yang bermanfaat. Syukur-2 diterima jadi kupas-kaji. Demi kebajikan antar sesama, dalam bingkai CCR = Coastal Community Resilliance .. pernah di-gaungkan dalam alur program kebijakan flowchart pemerintah.

Gempa 6,4 SR Menggoyang Kota Sumbawa Besar

Senin, 13 Juli 2009 | 18:43 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram - Kota Sumbawa Besar Nusa Tenggara Barat digoyang gempa Senin (13/7) pukul 18.52 waktu setempat. Goyangan cukup besar sehingga menyebabkan penduduk berlarian keluar rumah yang umumnya rumah panggung tiang kayu.

Salah seorang warga Sumbawa Besar Khaiiruddin mengaku sedang duduk di pinggir jalan , ikut merasakan getarannya. ‘’Luar biasa. Orang ketakutan sambil berteriak linir...linir...linir,’’ kata Khairuddin menjelaskan suasana di Jalan Diponegoro seberang timur depan Markas Polres Sumbawa. Di sekitarnya terdapat lima rumah panggung yang bertiang kayu. Tetapi belum diperoleh info terjadinya kerusakan dan korbannya.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Geofisika, kekuatan gempa mencapai 6,4 skala richter pada posisi 9.44 lintang selatan dan 119.32 bujur timur atau 107 kilometer barat laut Waingapu Nusa Tenggara Timur di kedalaman 86 kilometer.


SUPRIYANTHO KHAFID

Mentawai Diguncang Gempa 5,2 Skala Richter

Minggu, 12 Juli 2009 | 08:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gempa dengan kekuatan 5,2 skala Richter mengguncang wilayah Sumatera Barat, Minggu (12/7). Berdasarkan pantauan Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika, titik gempa berada di di 206 Kilometer Barat Daya Pagai Utara Mentawai.

Gempa terjadi di kedalaman 45 Kilometer di 3.67 Lintang Selatan dan 98.47 Bujur Timur. Gempa yang masuk dalam kategori rendah itu terjadi sekitar pukul 02.35 WIB dan tidak menimbulkan korban jiwa.

BMG/RIKY FERDIANTO

Banggai Diuncang Gempa 5,5 SR

Jum'at, 10 Juli 2009 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Luwuk - Kabupaten Banggai dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), provinsi Sulawesi Tengah, Jumat siang (10/7) diguncang bencana alam gempa tektonik berkekuatan 5.5 Skala Richter (SR). Akibatnya warga di dua kabupaten tersebut berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri

Pusat gempa tersebut berada di Teluk Tomini atau sekitar 52 kilometer arah tenggara Kota Gorontalo dan dekat dengan kota Luwuk ibukota Kabupaten Banggai. Gempa itu tak menimbulkan tsunami.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palu melaporkan, episentrum gempa yang mengguncang wilayah timur Provinsi Sulteng itu berada pada koordinat 0,24 lintang utara dan 123,44 bujur timur, dengan kedalaman 211 kilometer dari permukaan laut.

Informasi dari lapangan menyebutkan warga di dua wilayah ini merasakan getaran gempa sekitar III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Guncangan gempa tersebut terasa hingga 10 detik. Beberapa penduduk merasakan getaran gempa tersebut sekitar IV-V MMI

Seorang warga Luwuk, Masdar mengatakan guncangan gempa terjadi beberapa menit menjelang Salat Jumat. Akibantya banyak warga tak melakukan shalat Jumat. Mereka memilih melarikan diri ke bukit-bukit yang mengitari Kota Luwuk.

Begitu juga para pegawai yang masih berada di kantor serta sejumlah orang yang berada di dalam masjid menunggu kotbah dan salat Jumat juga berlarian keluar ruangan karena khawatir tempat itu ambruk. "Gempanya cukup keras, warga lari menghindari ancaman tsunami.. " kata Masdar.

Warga Banggai sudah trauma dengan gempa. Pada 4 Mei 2000 Banggai dan Bangkep diguncang gempa besar berkekuatan 6,5 SR dengan kedalaman normal, yang mengakibatkan 54 orang tewas dan 23.000 bangunan penduduk rusak di Kabupaten tersebut.

DARLIS

Selatan Nusa Tenggara Barat Digoyang Gempa

Kamis, 09 Juli 2009 | 07:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebuah gempa menggoyang laut selatan Nusa Tenggara Barat, Kamis (9/7) pukul 05.16 WIB.

Menurut informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa berkekuatan 5,4 skala Richter itu terjadi di kedalaman 38 kilometer.

"Gempa itu tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG melalui situs webnya.

Gempa yang terjadi di koordinat 10.9 Lintang Selatan 117.66 Bujur Timur, terjadi di 255 kilometer arah selatan Nusa Tenggara Barat.

Gempa sebelumnya terjadi di pada pukul 03.11 WIB di barat daya Ternate. Gempa berkekuatan 5,0 skala Richter itu terjadi di kedalaman 40 Km arah barat daya 99 kilometer dari Ternate.

NUR ROCHMI/BMKG

Gempa 5,4 Skala Richter Mengguncang Gorontalo

Minggu, 28 Juni 2009 | 21:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gempa mengguncang Gorontalo dengan kekuatan 5,4 skala richer pada pukul 21.18 WIB. Pusat gempa berada pada posisi 1,47 Lintang Utara-122,35 Bujur Timur.

Pusat gempa ini diperkirakan sekitar 130 kilometer arah barat laut Gorontalo, 176 kilometer arah timur laut Tolitoli Sulawesi Tengah, 276 kilometer Manado Sulawesi Utara, 315 kilometer barat laut Bitung Sulawesi Utara, dan 364 kilometer Poso Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 kilometer.

Namun menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

EKO ARI

Gempa 6,0 Skala Richter Guncang Bengkulu

Sabtu, 20 Juni 2009 | 18:54 WIB

TEMPO Interaktif, Bengkulu: Gempa berkekuatan 6,0 skala Richter mengguncang Bengkulu pada pukul 16.21WIB. Posisi gempa berada di kedalaman 28 kilometer bawah laut, 5,19 Lintang Selatan dan 102,87 Bujur Timur.

"72 kilometer barat daya Bintuhan-Bengkulu," kata Dadang Permana, Kepala Stasiun Geofisika Kepahiyang, Provinsi Bengkulu.

Berdasarkan cacatan Stasiun Geofisika, guncangan yang dirasakan warga mencapai III Modified Mercali Intensity (MMI). "Tidak sampai menimbulkan kerusakan," ujarnya.

Gempa tektonik ini terjadi karena tabrakan antara lempeng Indo-Australia dan Euroasia. "Masih satu blok dengan gempa yang terjadi pada tanggal 11 juni 2009 yang lalu," ujarnya.

Sebelumnya, pada tanggal 11 Juni, Bengkulu diguncang gempa berkekuatan 5,5 skala Richter di kedalaman 22 kilometer bawah laut, 4,99 Lintang Selatan dan 102, 86 Bujur Timur, 61 kilometer barat daya Bintuhan-Bengkulu.

Dadang mengimbau warga, khususnya yang tinggal di pesisir pantai, untuk tidak panik karena tidak ada potensi tsunami. "Kekuatan gempanya masih di bawah 6,5 SR," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, warga yang tinggal di pesisir Kabupaten Kaur sempat berlarian keluar rumah dan berdiam di luar selama 30 menit karena takut terjadi terjadi gempa susulan dan juga tsunami.

Stasiun Geofisika Kepahiyang mengatakan getaran gempa ini bisa dirasakan hingga Pagar Alam-Sumatera Selatan.

Hingga berita ini diturunkan belum terjadi gempa susulan. Namun, Dadang mengatakan, jika pun ada gempa susulan, kemungkinan kekuatannya tidak akan lebih besar.

HARRI PRATAMA ADITYA

Tidak ada komentar: