Selasa, 20 Maret 2012

surga persada... diantara 2 Nusa


Terlantar di Forum tanpa Kuorum. Seolah mengalami reinkarnasi naturalist bahula. Terhantar pada negri entah-berantah, menjanjikan miniatur surga. Aves paradise mengalahkan wujud sekedar pesona bul-bul. Lalu hinggap di singgasana perbatasan, Garis imajiner, linier hipotesis ala wallacea. Seolah perwujudan titik temu, konotasi dinding air, Al-Furqan. Pembeda satu sama lain.

Dimensi-dimensi kontra. Ciptakan kubu magnet daya tarik. Bertolak-belakang, bahkan di waktu yang sama, sekaligus. Negri para dewa. Apakah Bali. Apatah Gumi paer, bentang lansekap eksotisme Lombok. Mencatat nisbi cacah lokasi, kubangan ceruk Ekas. Menamai diri pesisir Surga. Atau sekedar inisial Awang, merujuk negri awan. Lalu bergerak lebih timur… lompat jejak ikuti kompas arah aurora. Menunggang punggung cendrawasih raksasa, (bukan garuda.. tidak merpati…jatayu atau sempati). Singgah lebih lama di bilangan pertemuan tanah & air, tempat singgah dimana betara-betari asyik mandi. Menebar tawa... merajut senandung kebahagiaan hakiki. Labuan kayangan. (Tanah kita memang tanah surga)



Tidak ada komentar: