Rabu, 23 Maret 2016

dampingi bocah....,


Wacana rumahan biasa...,
Seperti ungkap sebelumnya. Kadang dibikin repot menghadapi perkembangan para krucil. Sejalan perkembangan IT...gadget kini lebih mendominasi setiap sendi kehidupan. Seperti gak bisa berpaling barang sejenak. Gadget gak lagi sekedar alat permainan dimana aplikasi variasi permainan(game) bisa didapat lebih lugas. Tinggal tersedia koneksi internet apapun tersedia. Gak kayak jaman kami generasi di tahun 90-an. Kami mengenalnya gadget konvensional berupa game watch. Beranjak kurun waktu pindah Sega atau Nintendo. Masuk era 2000an beralih PlayStation. Dengan gulir waktu dan percepatan inovasi tehnologi, perangkat elektronik tadi seperti tergilas roda peralihan jaman. Peralihan geliat era digital semakin drastis membuat fenomena serba instan. Dampak yang paling buruk tentu saja jika timbul ketergantungan. Apalagi ketagihan... sampai bikin prilaku anti sosial. Apa sampai segitunya? ya klo dibiarkan kebablasan bisa jadi begitu. Sekalipun ada juga kasus spesifik yang ekstrim. Tewas karena over dosis 'ON' terus ngadepi monitor. Jadi tinggal jenis manusia-nya saja menyikapi. La wong sekarang ini juga unik. Pada tatanan tertentu kasus Gamer maniak.. pemain game malah jadi pilihan profesi. tingkat PRO loh! Nimbrung dalam kompetisi game dengan pemain luar sana. Dan dibayar dengan nominal fantastis. Contoh sosok Monica Carolina. Dan itu jadi gak masalah... hak mereka. Selagi bisa konsekuen dengan pilihan hidupnya. Mau bilang apa klo faktanya, peradapan Tekno juga punya efek negatif-positif. Baik-nya melihatnya dari kacamata timbal-balik. Industri besar yang melahirkan beberapa inovasi permainan itu kan juga telah menciptakan. Butuh pangsa sasaran secara target ekonomis potensial. Jadi wajar klo berperan sebagai sponsorship. Gamer maniak yang kaliber-nya sudah diakui dunia itu jadi semacam estafet promosi. Sistim peradapan yang berdinamika. paling tidak sudah jadi pengamalan sila pancasila "kemanusiaan yang adil dan beradab". Punya adab bayar para jagoan pelotot monitor dan korps pesenam jari tadi. Juncto sebagai sinergi pendapatan alternatif maupun utama para pembuat game. Contoh yang dilakukan si 'buruh' keren Hendry Jhie. Baca liputan kisah inspiratifnya di SINI. Hehehe........, Era keterbukaan sekarang kadang memang binal-binal aduhai. Gurih menggiurkan. Anda berpotensi... ulet.. dan profesional, pihak Google-pun mawas untuk andil timbal-balik. Be Play to Pay !!!   


Lalu, sinergi-nya dengan para bocah apa? Yang gitu kan hanya sekedar contoh kasus. Gak bisa dipaksakan. Karena akan kembali pada bakat ..minat dan kesempatan berkembang sejalan waktu. gadget dan segala tetek bengeknya adalah perangkat tambahan hasil olah-budidaya kemanusiaan. Memecahkan sekat-sekat halangan dan mencari solusi dari rutinitas hidup yang dijalani.
Keberadaan telapak tangan lengkap beserta ruas jari adalah anugrah Tuhan yang patut kita syukuri. Dikenal sebagai salah satu pelengkap unsur dari panca indera. Dari tool yang multi guna ini kita bisa memberdayakan sebaik-baik hakikat manfaat. Tujuan apapun! Dari ber-kreasi... menggunakan... hingga jalin pembauran organ tangan-tangan lain. Semacam cengkrama...jabat tangan dalam arti konotasi silaturahmi. Bersosialisasi melalui wadah sinergi pergaulan. Gak cuma di jagat maya... tapi porsi utama-nya dunia Off-Line. Kira-kira gitu. Bocah-bocah harus tumbuh secara alamiah... mengenal lingkungan dengan perantara perangkat indera. Sebagaimana mana cara awal kita-kita belajar gerak...merangkak... berdiri dan berjalan, sambil meraba sana-sini. Jangan terbalik.... gak kenal alam habitat sekitarnya. Tapi justru dipermak melek gadget sejak masih balita. Tangan mungil mereka lebih piawai bermain tuts...lebih akrab metode touch screen. Alhasil, polemik senam jari sejak dini.....,


Dipikir-pikir lagi... parenting itu memang gak mudah. Tapi juga tidak senantiasa njlimet. Gak mawas.. mudah tergelincir. Terabaikan barang sejenak, bisa tersesat di hutan Amazon. bwehehek! Tapi selalu terbuka kesadaran. Peluang perbaikan dengan tambal-sulam pernik peristiwa. Harapan dan kajian hidayah waktu. Petik hikmah dari pelajaran-pelajaran berharga. Sesuaikan dengan situasi masing-masing! 

Pesan MORAL
"ayo main...tapi jangan mau dipermainkan"
  

1 komentar:

Dewi Aja mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)